BANDA ACEH – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh baru saja membentuk sebuah konsorsium bantuan darurat kepada rakyat Turkiye dan Syam (Suriah) yang pada Senin 6 Februari 2023 ditimpa bencana gempa bumi.

Pembentukan itu dilakukan melalui sebuah musyawarah yang difasilitasi Kepala Sekretariat MPU Aceh, Drs. Zulkarnini, M.Pd. Inisiasi ini dihadiri langsung Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, yang berlangsung di gedung MPU setempat, Kamis, 9 Februari 2023.

Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali, akrab disapa Abu Sibreh atau Lem Faisal, mengajak agar semua elemen rakyat Aceh bisa bergerak cepat mengumpulkan bantuan.

Adapun ormas yang hadir di antaranya, Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), Dompet Dhu’afa, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, ASAR Humanity Aceh dan ISAD Aceh.

“Dalam kesempatan ini, kami mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk berbagi rasa, tidak perlu kita melihat pada nilainya, tapi kita butuh berpartisipasi dalam rangka menunjukkan kepada dunia, menunjukkan kepada masyarakat dimanapun bahwa Aceh sudah pernah merasakan bagaimana dahsyatnya musibah itu, dan hari ini hal itu dirasakan teman-teman di Turkiye dan Suriah,” jelas Lem Faisal.

Lem Faisal menjelaskan, hal ini dilakukan juga menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Aceh terkait donasi Aceh untuk Turkiye pasca bencana gempa bumi beberapa hari yang lalu yang ditujukan kepada seluruh elemen rakyat Aceh.

Abu Faisal menyebutkan, pemerintah dan masyarakat Turkiye telah membantu Aceh di saat musibah gempa dan tsunami 2004 lalu, maka sudah sepatutnya kini pemerintah dan masyarakat Aceh membantu masyarakat Turkiye yang sedang dilanda musibah gempa.

“Di kesempatan ini kami berharap kepada seluruh masyarakat Aceh agar berpartisipasi dalam bentuk apapun. Bersama-sama kita berbagi rasa kepada masyarakat Turkiye dan Suriah,” harap Lem Faisal.

Di samping itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Dr. Ir. Ilyas, MP yang turut hadir dalam pertemuan itu juga mengajak untuk bersama mengawal bantuan untuk Turkiye, agar jangan ada pihak yang mengambil kesempatan dalam penggalangan dana untuk musibah Turkiye, khususnya di persimpangan jalan.

“Seolah-olah itu untuk Turkiye padahal itu untuk kantong pribadi, ini yang perlu kita kawal bersama,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan, Perwakilan Sulaimaniyah Turkiye, Omer Kucukgokce. Dia mengucapkan terima kasih atas kepedulian masyarakat Aceh terhadap musibah gempa di Turkiye, dirinya berharap agar bantuan ini bisa cepat dikirimkan ke Turkiye. Mengingat kondisi Turkiye yang kini memasuki musim dingin.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian besar untuk Turkiye. Di Turki saat ini bencana yang dihadapi itu bukan seperti bencana biasa, sekarang banyak orang tidak ada rumah, tidak ada makanan, di dalam kesusahan, Insyaallah bersama-sama kita akan melewati kesusahan ini,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Aceh membantu sebaik-baiknya dan secepatnya, karena di Turkiye sekarang pada musim dingin, mereka para korban tidak ada rumah.

Dalam pertemuan singkat itu, untuk mengkoordinir penggalangan bantuan kepada masyarakat Turkiye, telah dibentuk suatu wadah yang diberi nama Solidaritas Aceh-Turki (SATU). Dr. Teuku Zulkhairi ditunjuk sebagai koordinator.
Strukturnya Segera Dibentuk

Sementara itu, selaku koordinator, Teuku Zulkhairi mengatakan, mulai hari ini, setelah keputusan musyawarah strukturnya akan segera dibentuk.

Kepada portalsatu.com/, Teuku Zulkhairi menuturkan, dalam aksi solidaritas Aceh-Turkiye itu diisi oleh berbagai unsur. Terdiri dari unsur pendidikan, unsur dayah, unsur masjid, dan masyarakat umum, serta relawan-relawan kemanusian.

"Prinsipnya, Solidaritas Aceh-Turkiye ini akan menghimpun bantuan dari masyarakat Aceh dengan langsung turun ke lapangan. Sifatnya jemput bola, bukan sekadar buka rekening donasi," katanya.

Di sisi lain, tambah Teuku Zulkhairi, pihaknya bukan semata menunggu orang datang kemudian berdonasi secara mengirim semata, tetapi lebih kepada terjun langsung ke berbagai kabupaten/kota yang ada di Aceh, di samping memberikan penyadaran kepada masyarakat.

"Mari kita berpartisipasi menunjukan kebersamaan dalam kondisi di Turkiye dan Syam," ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyebutkan, pola aksi donasi ini adalah dengan cara menjemput langsung, di samping mengerakan semangat orang Aceh untuk membantu semampunya. "Dalam hal ini, pimpinannya tetap MPU," tuturnya.

Namun, sebut Teuku Zulkhairi lagi, perihal penyalurannya nanti, belum didiskusikan. Sebab, yang penting sekarang fokus kepada pengumpulan donasi.

"Perihal penyaluran nanti akan dikoordinasi dengan Pemerintah Aceh," ucapnya.

Kemudian sambungnya lagi, sekarang bukan soal kepada siapa disalurkan, tetapi bagaimana cara mengumpulkan donasi. Itu yang tadi telah disepakati bersama.

"Misi utamanya melakukan penggalangan dana di semua elemen rakyat Aceh, meliputi masjid hingga lembaga pendidikan, dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Aceh," jelasnya.

Solidaritas Aceh-Turkiye ini, tambahnya lagi, juga hadir guna menggugah empati atau kepedulian dan jiwa kemanusiaan semua elemen yang ada, khususnya di Aceh.[]

Penulis: Adam Zainal
Editor: Thayeb Loh Angen.