JAKARTA – Gerakan Mahasiswa Indonesia Peduli Patani (GEMPITA) kembali gelar aksi terkait diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah Thailand terhadap masyarakat sipil Patani (Thailand Selatan) baru-baru ini, aksi kali ini digelarkan di Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 16 Juli 2017.

Aksi ini terkait peristiwa penembakan keatas Al-marhum Lukman Matding (Abu Furqon) Patani, menyebabkan Gugur Syahid ditembak oleh tentera Thailand, kejadian ini berlaku di kawasan rumah No.35/1 Peyek Tempat 6 Bemam Daerah Raman Wilayah Yala, pada (30/06/2017) pukul 20:00 pm.

Terbaru, peristiwa penembakan keatas Al-marhum Salaeh Mamat, menyebabkan Gugur Syahid ditembak oleh tentera Thailand, kejadian ini berlaku di kawasan Paka Harang Tempat 5 Daerah Merang Wilayah Patani, pada (12/07/2017, pukul 03:00 am.

Paling terbaru, peristiwa penembakan keatas Al-marhum Fauzi Kasamok, menyebabkan Gugur Syahid ditembak oleh tentera Thailand, kejadian ini berlaku di kawasan Paka Harang Tempat 5 Daerah merang Wilayah Yala, pada (14/07/2017) pukul 08:00 am.

Al-marhum Fauzi Kamasak ditangkap oleh tentera Thailand pada (12/07/2017) dengan tanpa bukti kesalahan, lalu pihak pihak tentera Thailand melakukan penembakan keatas diri Al-marhum Fauzi Kasamok dengan cara tidak Perikemanusia, Perikeadilan dan melanggar dengan Hak Asasi Mansuia (HAM), penebakan ini merupakan penembakan di luar proses hukum.

“Kami mengajak kepada seleruh media-media internasional untuk bersama menyebarkan isu diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah Thailand terhadap masyarakat sipil Patani (Thailand Selatan) dengan cara tidak Perikemanusiaan, Perikeadilan dan melanggar Hak Asasi Mansuia (HAM) ” ujar Aiman bin Ahmad.

Dukungan dari masyarakat Indonesia “Akan Terus Kami Menjaga Derita Patani, Akan Terus Kami Peduli Derita Patani” masyarakat Indonesia akan terus mendesak Pemerintah Thailand untuk menghentikan diskriminasi yang dilakuka oleh pemerinatah Thailand terhadap masyarakat sipil Patani (Thailand Selatan).

“Kehidupan masyarakat sipil Patani (Thailand Selatan) saat ini sangat terhimpit dengan desakan dan ancaman dari pihak pemerintah Thailand, operasi di setiap lalu lintas jalan raya terlalu padat dilakukan oleh tentera Thailand” tambahnya.[] (rel)