BANDA ACEH – Illiza Saaduddin Djamal mengatakan gepeng yang beroperasi di wilayah Kota Banda Aceh selama ini berasal dari luar kota. Pihak pemerintah sudah berapa kali menertibkan para gepeng dan mengembalikannya ke daerah asal, tetapi mereka kembali untuk meminta-meminta.
“Setelah kita tertibkan, harusnya kepala daerah lain yang juga bertanggungjawab terhadap warganya yang berada di Banda Aceh,” kata Illiza di sela-sela menghadiri kegiatan sunat massal untuk anak yatim piatu yang dilaksanakan DPD KNPI di kantor KNPI, Banda Aceh, Minggu, 26 Juni 2016.
Illiza mengakui semakin meningkatnya jumlah gepeng di ibukota Banda Aceh. Padahal mereka saban waktu menertibkan para gepeng ini, terutama yang di bawah umur, dan dikembalikan ke keluarganya.
Meskipun demikian, Illiza mengatakan Pemko Banda Aceh akan terus bekerjasama dengan provinsi untuk mengatasi permasalahan gepeng ini. Namun untuk mengembalikan para gepeng ke daerah asal terus menerus terasa sulit.
“Warga kota meskipun kita arahkan supaya tidak memberikan uang kepada gepeng, karena memang mereka suka bersedekah, ya bagaimana? Jadi kemungkinan itulah alasan para gepeng yang mengartikan, daripada bekerja, lebih bagus meminta-minta bisa memiliki pendapatan yang lebih besar di kota,” katanya.
Di sisi lain, Illiza mengaku para gepeng yang sudah ditertibkan akan disediakan rumah singgah. Selain itu, para gepeng ini nantinya juga akan diberi pelatihan dan modal supaya mereka tidak lagi turun ke jalan. (Baca: Gepeng-gepeng di Bawah Umur)
Iliza mengatakan akan terus menerus melakukan penertiban untuk mengurangi jumlah gepeng di Kota Banda Aceh. Hal itu untuk mewujudkan kota yang aman dan penuh kenyamanan.
“Dalam tahun ini akan dibangun rumah singgah dengan ukuran yang lebih besar untuk menampung para gepeng yang sudah ditertibkan,” ujar Illiza.[](bna)
Laporan: Ramadhan



