SUKA MAKMUEGeuchik Gampông Cot Mee Kecamatan Tadu Raya, Abdul Manan, diteror orang tak dikenal sejak Sabtu, 15 April 2017 lalu. Selain diteror ia juga dimintai sejumlah uang agar ditransfer ke nomor rekening di salah satu bank.

“Permintaan transferan tersebut juga disertakan dengan ancaman yang dilakukan sang OTK, bukan saya saja bendahara gampông juga diteror dan dimintakan untuk dikirimkan pulsa sebesar 200 ribu rupiah,” kata Abdul Manan kepada portalsatu.com, Kamis, 20 April 2017.

Baca: Kesal dengan Sikap PT Fajar Baizury, Warga Cot Mee Kembali Pasang Patok Permanen

“Kita sudah melapor ke pos polisi terdekat dan semoga ditindaklanjuti sehingga terror yang kita terima hilang sesaat,” lanjutnya lagi.

Abdul Manan mengatakan, setelah polisi kembali ia kembali mendapatkan teror yang berbunyi; “haik pak kecik malam nyoe kah ka aman. Tapih nyawoeng kah dan siki (Asubki), silan (Musilan) galom aman kecuali bagak ka selesai sengketa nyo hanay lee droe tetap abeh, Cuma silan sayang hana  di teume kalen aneuek jih lahee. Nyan tergantung bak droe keuh pak geuckik, kamoe teutap na pasukann geliar yang peureule bithai

Kedua pemuda yang turut disebutkan dalam bunyi sms ancaman yang diterima Abdul Manan merupakan para pejuang agaria terkait sengketa tanah masyarakat dengan PT. Fajar Baizuri di Nagan Raya.[]