JAKARTA – Gerakannya tidak selincah para penepok didong Gayo yang memang sudah terlatih. Ia hanya menepuk bantal khusus untuk didong itu dengan perlahan sembari mengikuti irama lantunan syair yang dibawakan oleh Ceh Didong.
Gubernur Aceh Zaini Abdullah, pada Sabtu malam, 6 Agustus 2016 berada di antara para penepok didong yang duduk melingkar di atas panggung bersama Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, serta beberapa tokoh masyarakat Gayo yang turut serta.
Kehadiran Zaini ke lokasi acara yang bertempat di Gadung Keprajuritan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu guna memenuhi undangan Ikatan Keluarga Masyarakat Gayo se- Jabodetabek untuk bersilaturrahmi dalam agenda halalbihalal.
“Didong Gayo mencerminkan keunikan seni budaya daerah di Aceh,” ungkap Zaini di sela acara.
Keunikan Didong Gayo menurut Zaini tidak hanya terletak pada dimensi hiburan semata, namun dalam syair yang diiringi tepukan para pemain didong, yang berisi pesan-pesan agar masyarakat selalu menjaga hubungan baik dengan Allah swt dan sesama manusia.
“Sebelum ini, saya juga pernah berdidong, dan saya nilai didong ini seperti candu yang bila sudah pernah mencoba akan membuat kita kecanduan untuk mencobanya lagi,” ujar Zaini.[](ihn)


