LHOKSEUMAWE – Gubuk milik pasangan suami istri, Darwis, 40 tahun, dan Nurul, 30 tahun, warga duafa di Gampong Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe roboh terhempas angin kencang, Jumat, 28 April 2017, sekitar pukul 11.20 WIB. Saat kejadian, tidak ada orang dalam rumah kecil yang sudah lapuk tersebut.
Saat kejadian saya dan anak-anak sedang di rumah tetangga, suami sedang melaut. Hanya rumah saya yang roboh diterpa angin, karena kondisi rumah sudah lapuk, pondasinya juga sudah tidak mampu menahan terpaan angin, ujar Nurul kepada portalsatu.com.
Menurut Nurul, tiga hari terakhir angin laut lumayan kencang. Ibu dua anak tersebut juga sudah merasa waswas. Ia sempat mengatakan kepada suaminya bahwa rumah beratap rumbia itu sudah tidak layak huni lagi. Akan tetapi, karena tidak punya biaya untuk merehab, mereka terpaksa bertahan di rumah tersebut.
Setelah rumahnya rata dengan tanah, Nurul dengan nada sedih mengaku tidak tahu harus mengungsi kemana. Ia tidak berani menginap di rumah tetangga lantaran merasa malu dan merepotkan orang lain. Mungkin malam ini kami bikin tenda seadanya, alhamdulillah kalau ada yang mau bantu, ungkap Nurul sambil mengendong anaknya yang masih balita.
Nurul mengaku baru menerima bantuan ala kadar dari pemerintah desa berupa beras, mi instan dan telur untuk lauk. Ia dan suaminya sangat berharap ada bantuan rumah segera dari siapa pun yang ingin membantu.
Hanafiah, 45 tahun, tetangga korban menjelaskan, rumah milik Darwis memang tidak layak huni. Dinding tepas sudah banyak bolong, kayu pondasi dan rangka rumah telah lapuk. Rumah lain tidak roboh karena pondasi masih kokoh. Kami prihatin, tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena warga di sini kebanyak juga nelayan miskin, katanya.
Ia dan warga lainnya mendesak Pemerintah Kota Lhokseumawe segera membantu membangun rumah layak huni untuk Darwis-Nurul.[]



