BANDA ACEH – Muzakkir, S.Pd., guru muda Aceh yang pernah mengabdi sebagai guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) di Landak, Kalimantan Barat segera merilis film dokumenternya. Film tersebut bakal dirilis di auditorium FKIP Universitas Syiah Kuala pada akhir Februari 2016.

Pemuda asal Lhok Nibong, Aceh Timur itu terinspirasi membuat film dokumenter lantaran ia menilai perjuangan anak-anak bangsa di dunia pendidikan kawasan pedalaman Indonesia masih perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kata dia, banyak hal perlu dibenahi secara menyeluruh, baik sektor infrastruktur maupun mutu pendidikan.

“Pembuatan film dokumenter ini tidaklah direncanakan, akan tetapi film ini diambil dari beberapa video yang direkam secara tidak sengaja dengan niat sebagai kenang-kenangan kami,” ujar Muzakkir kepada portalsatu.com melalui suat elektronik, Sabtu, 20 Februari 2016.

Muzakkir menyebut hasil dokmentasinya dan kawan-kawan yang dijadikan film dokumenter mengisahkan realitas dunia pendidikan di kawasan tertinggal. “Saat kita sebagai putra asal Aceh mengabdi dan melihat secara realitas pendidikan di sana yang sangat jauh perbedaan, bagaikan langit dengan bumi,” kata alumni SM3T angkatan keempat di Aceh ini.

“Nilai nilai yang kita angkat dalam film dokumenter ini adalah sebuah semangat juang belajar yang luar biasa dari anak-anak pedalaman demi mendapat pendidikan yang layak. Menggambarkan bagaimana mereka saat menempuh ke sekolah harus melewati jalan perbukitan dengan jarak tempuh tiga jam perjalanan, bahkan nyawa mereka pun menjadi taruhan,” kata Muzakkir lagi.

Dalam film berdurasi 50-60 menit itu, Muzakir dkk., turut menampilkan tentang adat dan istiadat masyarakat Landak, Kalimatan  Barat. “Bukan hanya dunia pendidikan saja yang kita soroti, ada beberapa durasi yang menyajikan adat istiadat masyarakat di sana,” ujar alumni MTsN Simpang Ulim, Aceh Timur ini.

Muzakkir berharap setelah film dokumenter itu dipublikasikan, pemerintah mau melakukan perubahan secara nyata terhadap pedidikan di pelosok-pelosok Indonesia.[]