BerandaOpiniGuru Bukan Hanya Tentang Pekerjaan

Guru Bukan Hanya Tentang Pekerjaan

Populer

Guru Bukan Hanya Tentang Pekerjaan

Oleh: Pipit Agustri Rahayu, S.Pd.SD
Mahasiswa S2 Penjaminan Mutu Pendidikan, Universitas Bina Bangsa Getsempena, Banda Aceh,
Guru SD Negeri Teupin Batee, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Guru adalah salah satu profesi yang seringkali dianggap hanya sebagai pekerjaan biasa, padahal sebenarnya peran mereka jauh lebih dari itu. Mereka adalah pilar-pilar utama dalam pembentukan karakter, pengetahuan, dan keterampilan generasi muda.

Namun, dalam realitasnya, seringkali kita lupa bahwa menjadi seorang guru tidak hanya tentang menjalankan tugas-tugas pekerjaan semata, melainkan juga tentang dedikasi, peran sosial, dan pengabdian yang mendalam.

Pertama-tama, seorang guru bukan hanya menyampaikan materi pelajaran di kelas, tetapi juga bertindak sebagai mentor dan teladan bagi peserta didiknya. Mereka memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk moral, nilai-nilai, dan sikap positif peserta didik terhadap kehidupan. Dengan kata lain, guru bukan hanya mengajar pelajaran, tetapi juga mengajar tentang kehidupan itu sendiri.

Guru merupakan figur yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia dari segi pengetahuannya. Ibaratkan sebuah komputer, makanan yang kita konsumsi merupakan hardwarenya pada komputer sedangkan softwarenya adalah ilmu pengetahuan yang ada pada manusia itu sendiri. Maka kehadiran guru sangatlah penting mengingat kita hidup bukan tentang tumbuh secara fisik, tetapi juga harus tumbuh secara psikis dan kognitif.

Guru di mata kebanyakan orang awam adalah sebuah profesi atau pekerjaan yang tugasnya adalah mengajar di sekolah, pesantren atau tempat pendidikan formal lainnya. Namun, guru seharusnya lebih daripada itu. Guru bukan hanya tentang pekerjaan, guru bukan hanya tentang profesi yang kemudian menunggu pencairan upah pada akhir bulan.

Guru sebenarnya adalah mereka yang mengutamakan ikhlas dalam mengajar dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru harus mengunakan filosofi pohon kelapa yang ditanam oleh kakek yang berumur 60 tahun. Muncul pertanyaan untuk apa kakek tersebut menanam pohon kelapan tersebut sedang umurnya sudah tua, padahal kita tahu bersama bahwa kelapa akan berbuah 5 tahun paling cepat. Maka jawabannya adalah pohon ini ditanam oleh kakek tersebut untuk anak cucunya nanti.

Filosofi tersebut harus dimiliki oleh guru dalam menjalani profesi guru yang menurut pandangan penulis lebih daripada itu. Bahwa guru tidak boleh hanya memandang profesinya hanya untuk sebuah pekerjaan. Tetapi sebagai sebuah tanggungjawab moral generasi berikutnya, guru juga harus memikirkan masa depan mereka daripada hanya memikirkan apa yang didapatnya sekarang.

Selain itu, seorang guru juga berperan sebagai pembimbing bagi peserta didiknya dalam mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Mereka tidak hanya membantu siswa mencapai prestasi akademis, tetapi juga membantu mereka menemukan potensi terbaik mereka di bidang-bidang lain seperti seni, olahraga, atau kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Inilah yang membuat guru tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga penggerak inspirasi bagi generasi muda.

Tidak hanya itu, peran sosial seorang guru juga sangat penting dalam membentuk hubungan antarindividu di masyarakat. Mereka sering kali menjadi jembatan komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta antara siswa satu dengan yang lainnya. Guru dapat berperan sebagai mediator dalam menyelesaikan konflik, membangun kerja sama, dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan aman bagi semua peserta didik.

Menjadi guru berarti harus memikirkan bagaimana peserta didiknya hidup cerdas nantinya. Bukan tentang apa yang didapati sekarang. Meskipun begitu, tidak sedikit guru masih berpandangan bahwa profesinya hanya sebatas untuk keberlangsungan hidup atau ekonomi.

Kalau hanya sebatas ini, sangat memungkinkan peningkatan kompetensi akan menurun karena guru tidak memikirkan tentang kebutuhan peserta didik. Sejatinya pendidikan itu adalah berorientasi kebutuhan peserta didik untuk hidup dengan keilmuannya nanti. Maka orientasi untuk kepentingan peserta didik ini menjadi suatu hal yang sangat penting bagi seorang guru.

Dengan demikian, menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang bisa diukur hanya dari segi materi atau status sosial semata. Ini adalah panggilan jiwa, sebuah tanggung jawab yang membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan komitmen yang luar biasa.

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat seharusnya lebih menghargai peran guru dan memberikan dukungan yang sesuai untuk memastikan mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan baik. Karena pada akhirnya, kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda sangat tergantung pada mereka.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya