hal ini, H. Sudirman anggota Komite III DPD RI, mengakui banyak masyarakat yang menanyakan perihal tentang sejauh mana Aceh aman dari peredaran vaksin palsu yang marak saat ini. Menurutnya keresahan masyarakat ini sangat wajar mengingat kekhawatiran akan dampak akibat dari penggunaan vaksin palsu yang bertujuan untuk prevensi hepatitis, polio dan campak bagi balita ini.

Oleh karna itu, Haji Uma–sapaan akrab Sudirman–mendesak instansi terkait di Aceh, BPOM dan Dinas Kesehatan di Aceh untuk segera melakukan inspeksi menyeluruh di semua wilayah di Aceh dan kemudian mengumumkan hasilnya kepada masyarakat di semua tingakatan secara luas.

“Hal ini guna memastikan bahwa Aceh bebas dan aman dari peredaran vaksin palsu serta mereduksi keresahan masyarakat akan permasalahan-permasalahan ini,” ujar Haji Uma.

Anggota DPD RI asal Aceh ini juga mengharapkan sistem distribusi obat, terutama untuk rumah sakit atau klinik swasta harus senantiasa di bawah kontrol dan pengawasan BPOM dan Dinas Kesehatan. “Ini guna mengantisipasi preseden serupa yang terjadi saat ini terulang kedepan nantinya.”[](bna)