JAKARTA – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma memulangkan Salihah, 48 tahun, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara karena dalam kondisi sakit di Malaysia. Salihah yang kabarnya menderita kanker rahim itu dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Sabtu, 30 September 2017, sekitar pukul 16.00 WIB.
“Setelah melewati proses panjang pengurusan administrasi yang dibantu Abu Saba dan kawan-kawan di Malaysia, akhirnya Salihah bisa kita pulangkan. Selain membiayai kepulangan, kita juga siapkan ambulans di Banda Aceh untuk membawa pulang Salihah ke kampung halaman di Gampong Blang Talon, Kecamatan Kuta Makmur,” ujar Haji Uma kepada portalsatu.com via WhatsApp, Sabtu pagi.
Haji Uma mengetahui informasi tentang kondisi Salihah melalui foto dan keterangan yang di-posting Abu Saba di Facebook. “Saya lihat kabar itu selama tiga hari masih ada. Alhamdulillah, saya berhasil mendapat kontak Abu Saba. Via telepon seluler, Abu Saba mengatakan, Salihah sudah dua tahun bekerja di Malaysia. Namun dalam dua bulan terakhir hanya terbaring karena kanker rahim,” kata Haji Uma.
Terkait kondisi Salihah, Abu Saba dan teman-teman tergabung dalam Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA) mencoba membantu menggalang dana melalui Facebook.
Abu Saba menyebutkan, seluruh biaya pengurusan administrasi dan surat-surat sudah selesai, berkat sumbangan dana dari hamba Allah dan para pengguna medsos yang disalurkan melalui grup KANA. Hanya tinggal biaya pemulangan dan pendampingan, karena Salihah tidak memungkinkan sendirian di pesawat.
“Saya katakan ke Abu Saba, kita siap membantu biaya pemulangan, dua tiket pesawat untuk Salihah dan pendamping, serta menyediakan ambulans. Saya juga sudah komunikasi dengan Geuchik Blang Talon, Abdul Latif. Ia membenarkan Salihah sakit di Malaysia, tapi keluarga tidak punya uang untuk memulangkannya. Kata geuchik, Salihah sudah lama menjanda,” ujar Haji Uma.
Terkait kondisi Salihah, Haji Uma berharap keluarga untuk tenang. “Kita harap pemerintah daerah dan pihak rumah sakit dapat membantu mempermudah perawatan medis Salihah nantinya. Ia harus menjalani pengobatan secepatnya, bahkan mungkin operasi,” pungkas Haji Uma.[]



