BANDA ACEH – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, Muhammad Nasir, menyebutkan hampir semua kawasan di wilayah tugasnya mengalami banjir akibat intensitas hujan tinggi selama beberapa hari terakhir. Menurutnya hingga saat ini terdapat dua kecamatan yang dilanda banjir belum mendapat penanganan sama sekali.

"Hampir semua wilayah Pidie Jaya banjir. Namun untuk Kecamatan Bandar Dua dan Kecamatan Ulim yang belum terantisipasi," ujar Muhammad Nasir menjawab portalsatu.com/, Minggu, 3 Desember 2017.

Dia merincikan sejumlah gampong di dua kecamatan tersebut masih terendam air hingga saat ini. Di Bandar Dua, misalnya. Menurut Muhammad Nasir, di kecamatan ini banjir mengepung gampong Babah Krueng, Gampong Drien Tujoh, Gampong Alue Keutapang, Gampong Asan Kumbang, Gampong Meurandeh Alue, Gampong Drien Bungong, Gampong Kuta Krueng, dan Gampong Blang Dalam. Sementara di Kecamatan Ulim, banjir melanda Gampong Balee Ulim, Gampong Nanggroe Timu, dan Gampong Naggroe Barat.

“Itu gampong yang belum terantisipasi dengan baik. Kalau di Meureudu dan Meurah Dua juga banjir, tapi masih bisa diantisipasi,” kata Muhammad Nasir.

Di sisi lain, Muhammad Nasir juga menyebutkan terdapat dua rumah yang nyaris jatuh ke sungai di Kecamatan Bandar Dua. “Itu ada di Drien Bungong satu, dan Asan Kumbang satu. Rumah hampir jatuh ke sungai karena tanggul penahan meunasah Asan Kumbang jebol,” kata Muhammad Nasir lagi.

Dia mengatakan warga korban bencana sempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi akibat volume air yang terus meningkat. Namun, mereka dilaporkan sudah kembali ke rumah masing-masing setelah ketinggian air berkurang.

“Yang paling parah itu ada di Babah Krueng. Ada dua rumah yang sudah terendam banjir dan terpaksa kita evakuasi menggunakan boat sekitar pukul sebelas (23.00) tadi malam,” katanya.

Muhammad Nasir memperkirakan banjir akan surut jika melihat kondisi cuaca saat ini. Meskipun demikian, dia sangat berharap BPBD Pidie Jaya mendapat penambahan boat untuk mengantisipasi jika banjir kembali melanda kawasan tersebut.

“Kita sudah koordinasi dengan Polres Pidie untuk meminta bantuan tambahan boat. Tapi di Pidie juga banjir, jadi mereka cuma bisa membantu satu unit boat,” ujarnya.[]