Pahit dan getirnya sebuah perjuangan pasti akan indah pada masanya di kala memetik hasil. Begitu juga apa yang telah diperjuangankan tim Dayah Munawwarah Kuta Krueng Pidie Jaya diketuai Abiya Anwar. Tampaknya Ma'had Aly segera terealisasi di dayah tersebut.
“Insya Allah, bulan Sya'ban, kalau tidak ada halangan dan kendala kita resmikan Mahad Aly di tempat ini,” kata Ahmad Zayadi, Kasubdit Pendidikan Diniyah Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, beberapa waktu lalu, di dayah yang dipimpin Al-Mukarram Abu Kuta Krueng itu.
Setiap Ma'had Aly hanya boleh membuka satu jurusan. Sebelumnya Dayah Mudi Mesjid Raya Samalanga, Bireuen sebagai satu-satu Ma'had Aly di Aceh yang diresmikan Menteri Agama setelah lebih dulu mendapatkan izin dengan jurusan spesialisnya fiqh wa ushul.
Sedangkan di Dayah Munawarah Kuta Krueng direncanakan jurusan tafsir. “Ma'had Aly Munawarah nantinya jurusan tafsir,” kata Teungku Mujlis dari dayah tersebut. Namun, ia tidak merincikan apakah tafsir Alquran atau Hadis.
Kemajuan dan perubahan merupakan sebuah keniscayaan dan sesuatu yang tidak dapat dihindari untuk dicapai dayah itu. Akan tetapi memodifikasi dengan tetap memelihara dan menjaga eksistensi dan jati diri salafiahnya dengan sedikit mengambil sesuatu yang baru sesuai dengan kaidah AI-Muhafadhah 'ala al-qadim al-aslah wal akhdhu bi al-jadíd as-shalih (Memelihara nilai lama yang baik dan mengambil nilai baru yang lebih baik).
Berdasarkan perspektif kaidah ini menunjukkan bahwa nilai salafíah harus lebih diperhatikan dan dijaga. Jangan sampai nilai baru tersebut mereduksi atau bahkan menghilangkan nilai salafíah yang telah lama dijalankan oleh assabiqul awwalun. Namun nilai baru yang lebih baik dapat diadopsi dan diaplikasikan dalam masyarakat dayah itu sendiri.
Demikian sebuah prinsip yang mesti diterapkan di dayah. Walhasil, semua tetap diperbolehkan mengambil nilai yang baru, asalkan itu bermanfaat dan tidak mengganggu tradisi atau ajaran yang sudah didapatkan dari masyaikh (guru) terdahulu.
Begitu juga dengan Ma'had Aly yang akan menyapa Dayah Munawarah Kuta Krueng. Setidaknya tradisi ilmiah yang lahir dari rahim dayah akan mampu memberi kontribusi dan mempertajam ranah intelektualitas kaum sarungan untuk menjawab tantangan dan problema zaman kian hari terus berkembang dan modernis.
Keberadaan Ma'had Aly setidaknya akan membawa arus zaman mampu dikendalikan oleh intelektualitas dan spritulitas berbasis agama serta bernuansa dayah. Bukan zaman mengendalikan agama yang kian hari terus memberi efek negatif degredasinya moral anak bangsa dan negeri ini terus merosot. Semoga!
Wallahu Muwaffiq Ila Aqwami Ath-Tahriq
Wallahu Allam Bishawab.[]




