BLANGKEJEREN – Harga gabah kopi jenis Arabika atau yang kerap disebut kopi gayo kembali melenjit di Kabupaten Gayo Lues, harga per hari ini Jum’at, 7 November 2025 hampir menyentuh Rp 70 ribu per bambu.

“Hari ini kami membeli gabah kopi jenis Arabika atau kopi gayo Rp 68 ribu per bambu,” kata Musdar Aman Indah pemilik UD. Indah Kopi.

Setiap hari kata Musdar, harga tersebut bisa saja naik, turun atau tetap, tergantung nilai Dolar terhadap mata uang Rupiah. Dan harga kopi di Gayo Lues saat ini bergantung dengan Dolar.

“Perlu di inggat petani, bahwa harga gabah Rp 68 ribu hari ini merupakan yang berkulitas super, kalau gabah yang dibawa petani tidak super, tentu harganya dibawah itu, pokoknya kulitas barang yang menentukan harga, dan harga yang super Rp 68 ribu per bambu,” ujarnya.

Bagi yang inggin menjual kopi gayo berkualitaa super dengan harga Rp 68 Ribu per bambu, Musdar aman Indah mempersilahkan petani mengantar langsung ke tokonya di desa Porang.

Sejak dua tahun terakhir, harga gabah kopi Arabika di Kabupaten Gayo Lues terus melonjak, pada tahun 2024 lalu, harga tertinggi gabah kopi hanya Rp 52 ribu per bambu, dan di awal tahun 2025, harga kopi mulai merangkak naik menjadi Rp 55 ribu, kemudian pada pertegahan tahun 2025, harga naik lagi menjadi Rp 58 ribu, kemudian pada awal bulan Oktober, harga naik lagi menjadi Rp 61 ribu per bambu, di kahir bulan Oktober harga terus naik hingga Rp 64 ribu per bambu, dan awal bulan Novber ini, harga sudah menyentuh Rp 68 ribu per bambu.

“Kita doakan saja harga kopi bisa tembus diatas Rp 70 ribu per bambu, karena saat ini banyak touke yang datang dari Aceh Tengah dan Medan untuk membeli kopi Gayo Lues, sayapun yakin kalau petani menjaga kualitas kopinya, harganya bakalan naik terus karena cita rasanya juga enak,” katanya.[]