BLANGKEJEREN – Petani kopi arabika di Kabupaten Gayo Lues mulai waswas dengan turunnya harga jual kopi gayo di seputaran Kecamatan Blangkejeren. Harga kopi yang sebelumnya sangat tinggi, mendadak anjlok.

Aman Adit, salah satu petani kopi arabika di Blangkejeren, Rabu, 17 Januari 2024, mengatakan pada November hingga awal Desember 2023, harga gabah kopi dijual petani kepada penampung mencapai Rp54 ribu perbambu atau Rp540 ribu/kaleng.

“Akhir Desember 2023, harga jual gabah kopi mulai turun menjadi Rp52 ribu perbambu atau Rp520 ribu perkaleng. Januari 2024 ini, harga gabah kopi turun lagi menjadi Rp47 ribu perbambu atau Rp470 ribu perkaleng,” kata Aman Adit.

Meskipun harga anjlok, Aman Adit mengaku petani kopi gayo di Blangkejeren tetap semangat merawat tanaman kopinya. Malahan semakin banyak masyarakat Gayo Lues yang tertarik untuk menanam kopi.

“Satu keuntungan berkebun kopi di Gayo Lues, meskipun harganya naik turun, tetapi setiap dua minggu sekali tetap panen, dan kebutuhan dapur dan anak sekolah pasti bisa terpenuhi,” ujarnya.

Dia pun mengimbau petani kopi di Gayo Lues tidak lupa membayar zakat bersedekah sehingga petani kopi gayo tetap dilindungi Allah SWT.[]