BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Aceh DPR Aceh Kautsar, S.HI., mengungkapkan beberapa hal yang diharapkan menjadi perhatian semua pihak terkait. Di antaranya, kata dia, soal harga gula di Aceh yang melambung tinggi selama bulan Ramadan ini.

“Pada bulan Ramadan ini semua kita dikejutkan dengan tingginya harga gula di Aceh. Saat ini harga gula di pasar Aceh mencapai Rp20.000 per kilogram. Ini merupakan harga gula paling tinggi dalam sejarah Aceh,” ujar Kautsar.

Kautsar menyampaikan itu sebelum membacakan pendapat akhir Fraksi Partai Aceh terhadap lima rancangan qanun (Raqan) dalam rapat paripurna di gedung DPRA, 1 Juli 2016.

(Baca juga: Harga Gula Pasir di Nagan Raya Capai Rp20 Ribu per Kg)

Menurut Kautsar, bulan Ramadan, Hari Raya Idul Fitri dan menjelang Hari Raya Idul Adha merupakan bulan paling tinggi konsumsi gula bagi masyarakat Aceh. Pada bulan-bulan ini, kata dia, semua rumah tangga disibukkan dengan persiapan kue berbuka, lebaran dan kenduri-kenduri.

“Jika sebelumnya kita mengkhawatirkan harga daging yang selalu naik menjelang meugang dan hari raya, kini masyarakat kita juga terpaksa berhadapan dengan harga gula yang melambung tinggi,” ujar Kautsar dalam pernyataannya yang dikirim kepada portalsatu.com, 2 Juli 2016.

Kautsar meyakini Gubenur Aceh mengikuti informasi yang berkembang tentang naiknya harga gula dan dampak yang dirasakan masyarakat atas situasi ini. “Biasanya harga yang mahal dipengaruhi oleh supply dan demand yang tidak berimbang. Ketersediaan gula yang tidak tercukupi, sementara permintaan yang tinggi, akibatnya hargapun melambung,” kata anggota Komisi III DPRA itu.

(Lihat pula: H-5 Lebaran, Harga Sembako di Lhokseumawe Mencekik)

Sepatutnya, Kautsar melanjutkan, Pemerintah Aceh tidak boleh lalai terkait ketersediaan sembilan bahan pokok yang selalu menjadi konsumsi masyarakat. “Apa kerja Dinas Perdagangan dan Perindustrian? Sepatutnya saudara Gubernur sudah mendapat laporan neraca tentang ketersediaan stock menjelang hari-hari besar umat Islam,” tegasnya.

Kautsar menambahkan, sepatutnya kelangkaan bahan pokok seperti gula sudah diantisipasi sejak sebelum Ramadan. Gubernur, kata dia, perlu segera melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, apabila terjadinya kelangkaan gula di tengah masyarakat.

“Maka perlu ada tindakan khusus yang dilakukan, termasuk meminta izin Pemerintah Pusat untuk mengimpor gula ke Aceh,” ujar Kautsar.

(Baca juga: Anggota Dewan PA Bagikan Gula Untuk 16 Gampong di Simpang Kramat)

[] (idg)