BANDA ACEH – Pembina Partai Gerindra, Hashim Sujono Djojohadikusumo mengaku bangga menggunakan produk-produk Asia. Salah satu produk kebanggaannya adalah handphone rakitan Korea Selatan yang dipakainya saat ini.

“Saya bangga karena pakai produk Asia. Orang Asia yang bikin, buatan Korea Selatan. Handphone Samsung paling laris di dunia, saya orang Asia, mata sipit juga. Saya cinta produk Asia,” kata Hashim sembari menunjukkan Hp merk Samsung di genggamannya, saat memberikan sambutan pada acara pelantikan pengurus DPD Aksi Kesetiakawanan Sosial Indonesia Raya atau Aksira Provinsi Aceh, di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Senin, 2 Oktober 2017. Aksira merupakan mitra kerja partai Gerindra yang bergerak di bidang sosial dan bersifat nasional.

Hashim dalam acara tersebut mengatakan pada tahun '60-an pertumbuhan ekonomi Korea Selatan berada di bawah Indonesia. Namun, sekarang pertumbuhan ekonomi Korea Selatan 10 kali lipat dari Indonesia.

“Di Indonesia yang terkenal adalah TKW dan TKI saja, ekonomi kita sangat lemah, kegiatan pemerintah sangat kurang,” katanya.

Hashim menilai, kunci keberhasilan Korea Selatan terletak pada pendidikan mereka. Hal ini jauh berbeda dengan Indonesia yang peringkat pendidikannya berada di bawah rata-rata.

“Sistem pendidikan kita sangat tidak bagus, gaji guru tidak mencukupi, bahkan di Jawa ada guru yang narik becak, sementara pendidikan Korea Selatan bagus sekali,” kata saudara kandung Prabowo Subianto ini.

Di sisi lain, kata dia, kondisi kesehatan masyarakat Indonesia juga memprihatinkan. Hashim mengungkapkan terdapat 34 persen anak Indonesia yang kekurangan gizi. Kondisi paling buruk terjadi di NTT. Menurutnya jika generasi muda Indonesia tidak didukung gizi yang baik maka akan membuat otak menjadi lemah.

“Sekarang ini juga masih banyak rakyat Indonesia yang hidupnya miskin. Sementara kita memiliki sumber daya alam apapun, tetapi rakyat masih miskin. Korea Selatan mereka tidak punya sumber daya alam apa-apa, tetapi mereka punya 44 juta otak cerdas,” katanya. 

Siapa Hashim Djojohadikusumo?

Hashim Sujono Djojohadikusumo adalah anak bungsu dari pasangan Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Sigar. Hashim merupakan seorang seorang wiraswasta dan pemilik perusahaan Arsari Group yang bergerak dalam bidang pertambangan, program bio-ethanol, perkebunan karet dan lain-lain.

Hashim Djojohadikusumo juga tercatat sebagai penguasa konsesi lahan hutan sebesar 97 hektare yang tersebar di Aceh Tengah.

Melansir Wikipedia, jaringan bisnisnya di bidang kehutanan dan perkebunan bahkan mencapai 3 juta hektare. Selain konsensi hutan, Hashim juga diketahui sebagai pengusaha tambang batubara, dan memiliki ladang Migas di Aceh hingga Papua. 

Forbes pada 2012 melaporkan Hashim Djojohadikusumo sebagai salah satu pria terkaya di Asia, dengan kekayaan mencapai US$ 850 juta.[]

Laporan: Taufan Mustafa