BLANGKEJEREN – Masyarakat Kabupaten Gayo Lues bersama tim medis yang pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 asal Kecamatan Putri Betung dinyatakan negatif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal tersebut diketahui setelah dilakukan uji swab mereka di Laboratorium Balitbangkes Aceh di Aceh Besar.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gayo Lues, dr. Sapwan, saat konferensi pers di Balai Musara Blangkejeren, Selasa, 28 April 2020. Turut hadir Bupati H. Muhammad Amru, Direktur RSUD Gayo Lues dr. Mutia, Kadis Kesehatan Gayo Lues Purnama Abadi, dan beberapa orang lainnya.

Sapwan menjelaskan, hasil tes swab terhadap 26 orang tanpa gejala (OTG) yang pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 semuanya negatif.

“Kemarin itu yang diisolasi ada 19 orang petugas kesehatan, mereka ditempatkan di Hotel Marmas. Kemudian tujuh orang masyarakat yang terdiri dari keluarga pasien positif, dan beberapa orang yang pernah satu angkutan dengan pasien positif, mereka diisolasi di Balai Latihan Kerja (BLK),” kata Safwan.

Menurut Sapwan, tenaga medis, keluarga dan masyarakat umum itu langsung diizinkan pulang setelah hasil tes swab di Balitbangkes Aceh dinyatakan negatif semaunya. “Masyarakat tidak boleh mengucilkan siapapun karena yang pulang ke rumah masing-masing itu merupakan orang yang dinyatakan sehat berdasarkan hasil tes swab”.

“Tidak ada satu keluarga atau tenaga medispun yang terkontaminasi dari pasien yang positif kemarin. Ini semua berkat pencegahan yang kita lakukan bersama seperti mencuci tangan, memakai masker dan menghindari kerumunan,” kata Sapwan.

Sapwan mengajak seluruh masyarakat Gayo Lues agar tidak takut dengan wabah Covid-19 dengan catatan semua pihak mendengarkana instruksi pemerintah seperti selalu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Bupati Gayo Lues, H. Muhammad Amru, mengatakan dengan keluarnya hasil tes swab 26 warga Gayo Lues, maka tidak ada lagi warga yang diisolasi di gedung BLK maupun Hotel Marmas. Jikapun ada yang diisolasi yaitu isolasi mandiri di rumah masing-masing lantaran baru tiba dari luar daerah.

“Perlu saya tekankan, semua orang yang masuk melalui jalur Tongra, Ise-Ise, Pining, dan Umah Buner, maka wajib diobservasi di Gedung BLK Gayo Lues, kita akan melakukan pengecekan dengan rapid test satu pintu. Ke depan setiap perbatasan akan semakin diperketat,” kata Amru.[]