Rabu, Juli 24, 2024

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....
BerandaInspirasiTeknoHidup Makin Produktif...

Hidup Makin Produktif di Era Digital

ABDYA – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Selasa, 24 Agustus 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Hidup Produktif di Era Digital”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. “Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target mahasiswa dan umum, dihadiri oleh sekitar 1058 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Leyana Riesca Ariesta, S.Sos, Community Manager; Muhammad Arif Rahmat, SHI, Certified Life Coach; Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes, Dekan FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh; dan Zulfikar Taqiuddin, S.Sn, M.T, Kepala Pusat Riset dan Pengembangan Seni Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Leon Ray Legoh sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada sesi pertama, Riesca Ariesta, S.Sos menyampaikan ada 4 taktik untuk berjualan online, yaitu riset produk dan target market, riset competitor, bikin strategi branding, dan tentukan channel jualan online. Dalam mencari uang, setidaknya terdapat 2 jenis usaha yang bisa kamu tawarkan, yaitu jasa (melukis, membuat keramik, freelancer, antar kirim barang, catering, design graphics, foto produk) dan berjualan produk (makanan, elektronik, alat rumah tangga, fashion, hobi & koleksi, gadget, kriya, dan lainnya).

Giliran pembicara kedua, Muhammad Arif Rahmat, SHI mengatakan risiko siber adalah risiko kerugian yang terkait dengan sistem teknologi. Risiko ini dapat berupa kerugian keuangan, gangguan operasional, masalah hukum dan tanggung jawab, atau rusaknya reputasi usaha/pribadi.

Proteksi perangkat dibagi 2, yaitu proteksi perangkat keras (face authentication, kata sandi, dan fingerprint) dan proteksi perangkat lunak (find my device, enkripsi, file shredder, backup data, dan antivirus). Ada beberapa cara untuk menjaga keamanan perangkat, yaitu batasi akses, membuat kata sandi menggunakan karakter, huruf, dan angka khusus, jaga pin, 2FA, dan OTP, serta update perangkat lunak/aplikasi.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Dr. Drs. Syamsulrizal, M.Kes menjelaskan ada 4 tantangan milenial, yaitu unlimited information, kebaikan atau keburukan, manfaat informasi, dan generasi milenial di era digital. Lembaga pendidikan sekarang ini tidak cukup lagi memberi bekal kepada anak didiknya hanya dengan teori apabila ingin sukses dan mandiri di era revolusi industri sekarang ini. Mereka harus didekatkan dengan masyarakat secara nyata di lapangan. Mereka harus mampu melihat kebutuhan dan permintaan pasar.

Pembicara keempat, Zulfikar Taqiuddin, S.Sn, M.T menuturkan masa pandemi seperti ini, hampir semua kegiatan pembelajaran baik di sekolah maupun kampus dilakukan secara daring. Karena situasi covid–19 yang masih berlanjut, membuat para mahasiswa terpaksa harus melakukan proses kuliah daring dalam waktu yang cukup lama. Meskipun banyak mahasiswa yang mengeluhkan jika kuliah online tidaklah efektif dilakukan, apalagi untuk beberapa mata kuliah yang mewajibkan untuk praktek. Sehingga menjadi mahasiswa produktif tidaklah mudah.

Leon Ray Legoh selaku Key Opinion Leader menyampaikan hidup produktif itu apalagi di masa digital seperti ini sangat diperlukan. Manfaatkanlah dunia digital ini sebanyak mungkin karena banyak sekali manfaat yang akan kita dapatkan dari media digital.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Tria Nur Fadillah yang bertanya bagaimana cara meyakinkan konsumen dengan produk pertama kita disaat belum ada testimoni dari konsumen lain?

Narasumber Riesca Ariesta, S.Sos menanggapi kita harus cek dulu target marketnya siapa. Dari sana, walaupun belum ada testimoninya, disitu akan terlihat lapak yang kita buka itu lapak personal atau pribadi. Ada banyak hal yang bisa meyakinkan pembeli. Misalnya saat kita mengupload foto produk, lebih baik difoto sendiri daripada mengambilnya dari orang lain.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Barat Daya. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril/*)

Baca juga: