Minggu, Juli 14, 2024

Tanggapan Ketua DPRK Aceh...

ACEH UTARA - Mendagri Tito Karnavian memperpanjang masa jabatan Pj. Bupati Aceh Utara...

Selamat! 2 Siswa Kota...

SUBULUSSALAM - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta...

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...
BerandaNewsHilman Farid: Tingkatkan...

Hilman Farid: Tingkatkan Kesadaran Masyarakat ke Museum

JAKARTA – Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan bahwa kesadaran masyarakat terutama generasi muda untuk mengunjungi museum harus ditingkatkan.

“Saya mau membuat museum lebih mudah diakses. Dan yang paling efektif menurut saya dengan menyediakan informasi secara lengkap sehingga publik tahu museumnya dimana, apa yang bisa dilihat di museum itu dan caranya ke sana bagaimana,” kata Hilmar saat ditemui ANTARA News, Kamis.

Sejarawan yang baru saja dilantik sebagai Dirjen Kebudayaan pada 31 Desember 2015 itu mengatakan pemerintah sudah seharusnya memberikan informasi yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat untuk membangkitkan kesadaran tersebut.

“Kuncinya pada informasi, nanti kesadaran akan timbul di masyarakat dengan sendirinya. Kalau arus informasi dibuka, orang bisa mengakses cukup pengetahuan. Apalagi sekarang anak-anak SD sudah pegang handphone, mereka sudah terpapar pada semua itu, tetapi informasi yang diberikan masih kurang,” jelas Hilmar.

Ia menambahkan pemerintah bisa bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi seperti PT Telkom.

“Misal kalau anak-anak masuk sekolah dapat sms. Nanti bisa dibuat informasi lewat pesan pendek tentang kalender program budaya hari ini atau akhir pekan, katakanlah di museum dalam radius 20 sampai 30 km, orang tuanya juga dapat,” ujarnya.

“Dengan informasi seperti itu bukan berarti semua orang langsung akan berbondong-bondong ke museum tetapi paling enggak orang jadi dapat informasi, bawa anak ke sana. Saya tidak maksud mengubah segala macam hanya mengisi yang selama ini belum jadi,” tambah Hilmar.

Hilmar yang juga berprofesi sebagai dosen itu mengatakan dalam waktu dekat akan bertemu dengan pihak dari Museum Nasional.

“Saya langsung gaspol saja. Saya mau uji respon publik, tantangannya tidak hanya mendatangkan orang ke museum. Ada respon publik, tidak perlu bagus, masyarakat bisa marah kalau museum tidak bagus tapi ada responnya,” tuturnya.[]

Sumber: antaranews.com

Baca juga: