SUBULUSSALAM – Satu mobil pick-up Daihatsu BK 9813 CY warna putih membawa sembilan santri mengalami laka tunggal saat menghindari lubang di jalan provinsi Simpang Kiri – Rundeng tepatnya Desa Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Selasa, 28 Mei 2019, sekitar pukul 08:30 WIB.
Kepala Pos Lantas Penanggalan. Aipda Hasbullah kepada portalsatu.com/ menjelaskan mobil tersebut datang dari arah Kecamatan Simpang Kiri menuju Rundeng dengan kecepatan sedang. Saat melewati turunan, satu mobil truk datang dari arah berlawanan, sopir mobil pick-up, Ahmad Yasin Al Juhri (18), mencoba menghindari ke kiri sekaligus menghindari lubang yang ada di badan jalan.
“Sehingga mobil tidak dapat dikendalikan lagi, pengemudi membanting setir ke kanan selanjutnya mobil menabrak gundukan tanah yang ada di sebelah kanan,” kata Hasbullah.
“Akibatnya penumpang yang ada di belakang terpental ke depan dan mobil terbalik – balik dan menimpa korban selanjutnya dibawa oleh warga ke RSUD Kota Subulussalam,” tambah Hasbullah.
Akibat peristiwa tersebut dilaporkan delapan santri mengalami luka-luka dan satu meninggal atas nama Rijal Ahmad Solikin, santri asal Singkohor, Aceh Singkil. Rijal meninggal mengalami luka robek di kepala, tangan kanan patah, kecet di tangan dan kaki serta memar di mata kanan.
Sementara korban yang mengalami luka – luka yakni Ahmad Yasin Al Juhri (18), Desa Sumber Mukti Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil.
Selanjutnya, Osama Alfarouk (17) Desa Subulussalam, Kecamatan Simpang Kiri, Umar Fahri (17) Desa Subulussalam Utara, Irfan Syahputra (16) Dasan Raja, Kecamatan Penanggalan, Hasan Basri (17) Kota Baharu, Aceh Singkil.
Berikutnya Aldiansyah Teza (15) Desa Subulussalam Utara, Huzaipah Siketang (16), warga Subulussalam, Khairuddin (16), penduduk Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.[]



