SUBULUSSALAM – Cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang dan petir menyambar kembali melanda Kota Subulussalam dan sekitarnya, Sabtu, 4 Maret 2017 sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya, warga ketakutan dan memilih berdiam di rumah masing-masing.

Angin kencang disertai petir kerap melanda daerah ini, awal tahun 2017 telah terjadi beberapa kali.

Amatan portalsatu.com kondisi langit mulai terlihat mendung dengan jarak pandang terbatas sejak pukul 13.00 WIB. Satu jam kemudian hujan mulai turun  sekitar pukul 14.00.

Tak lama kemudian disusul angin kencang dan suara gemuruh mulai terdengar mengawali datangnya suara petir.

Dalam kondisi hujan hebat dentuman suara petir sempat terdengar beberapa kali, membuat masyarakat setempat was-was.

Ancaman petir kerap menghantui masyarakat Subulussalam karena selama ini telah banyak korban berjatuhan akibat disambar petir.

Salah satu upaya menghindari ancaman petir, masyarakat mematikan listrik dan mencabut colokan/cok sambungan barang-barang elektronik. Namun tindakan tersebut belum juga menjamin bebas dari bahaya petir yang saban tahun menelan korban di sana.

“Kalau petir kami sangat takut, karena sudah banyak korban jiwa akibat sambaran petir,” kata salah seorang warga Subulussalam, Rosnidar.

Pantauan wartawan akibat hujan deras, angin kencang dan petir ini menyebabkan akses lalu lintas di jalan nasional Subulussalam-Medan sepi.

Seperti yang terlihat di  kawasan kota mulai Kecamatan Penanggalan hingga Simpang Kiri, biasa banyak kendaraan melintas baik roda dua maupun roda empat namun justru nampak lengang.

Cuaca eksrem mulai membaik sejak pukul 16.30 WIB, hujan dan angin kencang mulai reda. Namun suara gemuruh masih saja terdengar.[]