Pada hujan yang selalu turun bersama rindu
menghidupkan habitat hayati bumi sepenuh
mengembalikan kenanganku pada masa segala tersedia
Di kala Ibu dan Bapak di kebun
Bukit-bukit kecil belantara
di sanalah kami di suatu masa
kebun pisang kelapa
kawanan burung kambing lembu
selalu di ingatanku
Pada hujan kusampaikan rindu
tatkala malaikat rahmat menawarkan berkat dari Tuhan yang selalu datang
Tasbih katak dari payau
zikir cangkrik di semak belukar halaman belakang
keseimbangan bunyi hujan
menimpa dedaunan dan atap rumah
paduan suara musim hujan
Pada hujan kuhantarkan rindu lalu
hujan selalu datang
tetapi bukit-bukit belantara itu telah berubah.
sebungkah rindu pun tidak akan lagi tersampaikan
Pada hujan kusampaikan rindu yang tidak bertujuan
biarkan air langit membawanya ke lautan.
Banda Aceh, 17 Mei 2025 / 19 Zulkaidah 1446 H.
Thayeb Loh Angen (Muhammad Thaib bin Sulaiman).






