TAKENGON — Hujan ras yang mengguyur sebagian wilayah Aceh Tengah hingga malam tadi mengakibatkan banjir dan longsor di sejumlah titik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah M. Thamrin mengatakan, akibat tingginya curah hujan, telah mengakibatkan banjir di Desa Linung Bulen Satu, Kecamatan Bintang. Puluhan rumah warga di desa itu terendam air dengan ketinggian mencapai 30 cm.

Sumber air katanya, merupakan luapan dari derah aliran sungai yang berada di dekat perkempungan Linung Bulen Satu.

M. Thamrin mengatakan, hingga pukul 22:00 WIB malam tadi, air masih merendam rumah warga. Aktivitas warga juga dilaporkan terganggu.

“Laporan terakhir pagi ini, airnya sudah surut,” kata M. Thamrin, Selasa, 12 September 2017.

Selain itu katanya, akibat tingginya curah hujan, juga telah terjadi longsor di lintas Takengon-Gayo Lues (dari sisi utara Danau Laut Tawar) tepatnya di kawasan Utung-Utung, Kampung Mandale, Kecamatan Kebayakan. Satu bongkahan batu besar runtuh dan menutupi sebagian badan jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.

Aakibat longsor itu, arus transportasi dari arah Takengon-Gayo Lues atau sebaliknya (dari sisi utara Danau Laut Tawar), juga terganggu.

“Sekitar pukul 21:00 WIB kami ke lokasi dan batu besar sudah ada di sana. Arus transportasi terganggu, apalagi roda empat sangat sulit untuk melintas, jikapun dipaksakan, takutnya akan jatuh ke danau,” ujarnya.

Sebelumnya, longsor Utung-Utung pada Sabtu, 22 April 2017 lalu, telah mengakibatkan enam orang luka-luka, lima di antaranya selamat dan satu korban meninggal dunia.

M. Thamrin melanjutkan, menurut laporan warga, akibat dari tingginya curah hujan itu, juga telah terjadi bencana longsor di Desa Kuyun, Kecamatan Celala. Kendatipun dapat dilalui, namun arus transportasi juga dilaporkan terganggu.

“Satu unit alat berat sudah kita kerahkan ke Utung-Utung, setelah itu akan kita alihkan ke daerah Kuyun untuk membersihkan material longsor. Begitupun sejumlah petugas kita juga sedang membantu warga membersihkan lumpur yang tersisa di rumah warga Linung Bulen Satu,” ujarnya.

Kepada warga ia turut mengimbau agar tetap waspada saat melintas di jalan yang diapit oleh tebing gunung.[]