BANDA ACEH – Hujan yang mengguyur Kota Banda Aceh malam tadi tidak menyurutkan semangat para penari untuk menampilkan flashmob dan Saman di acara Road to Saman Dance 10.001 dalam kampanye “Saman Pengawal Leuser; Mengawal Tradisi Melalui Konservasi” yang dibuat USAID Lestari di Taman Bustanussalatin (Taman Sari) Banda Aceh, Sabtu, 5 Agustus 2017.
Amatan portalsatu.com, flashmob yang ditampilkan sejumlah siswa SMA di Banda Aceh dan Aceh Besar itu baru dimulai sekitar pukul 10:30 WIB saat hujan mulai agak reda. Mereka tetap antusias meski harus menari di bawah rintik hujan. Penampilan ini menarik perhatian pengunjung yang sebelumnya berteduh untuk merapat ke panggung utama.
Penampilan Saman dan flashmob ini merupakan puncak rangkaian acara Road to Saman Dance 10.001 yang digelar sejak siang harinya. Acara ini diawali dengan lomba melukis t-shirt yang dimulai sejak pukul 16:30 WIB. Dilanjutkan dengan penayangan film dokumenter tentang Leuser pada pukul 20:30 WIB.
Pemutaran film dokumenter ini sempat menarik perhatian pengunjung Taman Sari hingga akhirnya hujan turun dan penonton menjadi kocar-kacir.
Acara ini juga diwarnai dengan lelang kain sarung produksi Ija Kroeng yang bermotif gajah. Kain tersebut laku seharga Rp2,5 juta. Sebelum pertunjukan Saman panitia juga mengumumkan nama-nama pemenang lomba blog, foto dan video.[]
Laporan Taufan Mustafa

