ACEH UTARA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan hunian sementara (huntara) di Gampong Rumoh Rayeuk (Lokasi 1), Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa, 24 Februari 2026.

Kunjungan tersebut untuk memastikan percepatan pembangunan huntara bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang agar dapat segera menempati hunian yang layak, aman, dan nyaman.

Pantauan portalsatu.com/, dalam peninjauan itu, Menteri PU bersama rombongan mengecek kualitas konstruksi, ketersediaan sarana prasarana dasar seperti air bersih dan sanitasi, serta memastikan pekerjaan berjalan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

“Pembangunan huntara itu merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Aceh Utara, khususnya di Kecamatan Langkahan. Pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya. Huntara ini (di Rumoh Rayeuk) sudah rampung dan dimanfaatkan masyarakat,” kata Menteri Dody, kepada wartawan, Selasa.

Dody menyebutkan, huntara di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, telah selesai dibangun oleh Kementerian PU atau dikerjakan PT Waskita Karya, hanya tinggal beberapa item kecil saja yang masih perlu diselesaikan.

“Hunian sementara di sini sudah selesai dibangun dan siap ditempati. Di titik pertama ada 60 unit, dan titik kedua 108 unit yang menempati fasilitas tersebut. Jadi, kalau ditanya kapan rampung semuanya secara keseluruhan, repot saya. Karena dari hari ke hari permintaan bupati ini bisa bertambah terus,” ungkap Dody.

Menurutnya, fasilitas huntara yang dibangun Kementerian PU telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana dasar untuk menunjang kenyamanan, serta kebutuhan sehari-hari warga. Fasilitas tersebut yaitu unit hunian layak huni untuk setiap kepala keluarga, kamar mandi dan sanitasi yang memadai, akses air bersih, jaringan listrik, drainase, dan akses jalan lingkungan.

“Huntara tidak hanya dibangun sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga memastikan aspek kesehatan, kebersihan, dan kenyamanan penghuni tetap terpenuhi sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) selesai. Tetapi huntap itu di bawah pengelolaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP),” ujarnya.

Salah seorang penghuni hunian sementara di Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Wani Safriyanti mengaku senang karena kini sudah bisa menempati hunian yang layak.

“Kondisi tempat tinggal saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya ketika harus tinggal di tenda pengungsian. Dengan adanya hunian sementara tersebut, saya dan keluarga merasa lebih aman, nyaman, serta terlindungi dari panas dan hujan,” kata Wani.

Wani juga berharap ke depan pembangunan hunian tetap dapat segera terealisasi, sehingga para warga terdampak banjir bandang bisa kembali menjalani kehidupan secara normal di tempat tinggal yang permanen. []