NEW YORK – Perempuan nomor satu di Turki, Emine Erdogan, menyatakan kebenciannya terhadap respon internasional yang lemah untuk upaya kudeta yang gagal pada 15 Juli lalu di negaranya.
“Beberapa negara yang kita kenal sebagai teman luput dari mengutuk kudeta itu secara terbuka,” katanya pada diskusi panel yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pengusaha Perempuan Turki (TIKAD) di Harvard Klub, New York, Amerika Serikat, Kamis 22 September 2016.
Ibu Negara Turki ini mengatakan, tindakan teman-teman lebih penting daripada musuh di saat krisis, dan menekankan bahwa pemerintah Turki semata-mata tergantung pada rakyatnya.
Mengacu pada AS sebagai “negara imigran,” Emine Erdogan mendesak Washington untuk mengambil tindakan pada krisis pengungsi.
“Masyarakat internasional telah diam untuk pengungsi,” kata Emine yang merupakan istri Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan ini, seraya menekankan bahwa Turki telah membuka pintu bagi sekitar 3 juta pengungsi dan telah menjadi rumah bagi lebih dari 150.000 bayi Suriah yang baru lahir.[]

