BANDA ACEH – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Aceh meminta media memberikan dukungan berupa semangat kepada dokter yang bekerja di Aceh.

Ketua IDI Provinsi Aceh dr. Fachrul Jamal mengatakan, jangan sampai pemberitaan media justru membuat takut dokter yang sedang bertugas.

“Kami minta bantuan rekan-rekan media untuk menyampaikan pemberitaan yang tidak menakutkan dokter, karena dokter itu punya hubungan yang kuat dengan pasien dan profesi,” kata dr. Fachrul Jamal dalam pertemuan dengan Komisi VI DPR Aceh di ruang Komisi VI, Kamis, 21 Juli 2016.

Ia mengatakan, media berperan penting dalam menjelaskan bagaimana profesi dokter yang sebenarnya. Namun peran media dinilai juga bisa mengganggu kinerja dokter. (Baca juga: Ketua Komisi VI: Masalah di Rumah Sakit Kita Fasilitasnya, Bukan Dokter)

“Saya pikir ini penting disampaikan, supaya media dan dokter betul-betul dapat menjalin kerjasama yang baik, karena media adalah mitra utama dokter,” kata Fachrul Jamal.

Sementara itu Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Provinsi Aceh dr. Mohd Andalas Sp.OG FMAS dalam kesempatan yang sama menyampaikan, kasus yang menimpa dr. Ulfah Wijaya Kusuma dari Rumah Sakit Ibu dan Anak beberapa waktu lalu membuat dokter spesialis itu takut membaca berita di media. (Baca: IDI Aceh Berikan Perlindungan Hukum untuk Dokter Ulfa)

“Sudah 3 bulan dr. Ulfa tidak berani melihat media,” kata dr. Mohd Andalas SpOG FMAS. (Baca: Kasus Kematian Ibu & Bayi, Dokter di Aceh Ditetapkan Tersangka).[](ihn)