Dalam perspektif ilmu sosial dan ekonomi bisnis, terjalinnya sebuah rangkaian silaturahmi merupakan menjadi bagian dari network yang akan memperluas jaringan seseorang. Semakin banyak silaturahminya maka jaringannya akan semakin banyak dan kuat sehingga memungkinkan baginya membangun relasi demi kepentingan tertentu. Dalam ilmu dagang, semakin banyak jaringan, akan semakin banyak pembeli yang datang dan berminat untuk membeli produknya sehingga bertambah income (pemasukan) atau rezeki.

Dalam hal ini Rasulullah juga menambahkan silaturrahmi dapat menyelematkan seseorang dari meninggal dengan su’ul khatimah, dalam sebuah hadist beliau bersabda: “Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim). 

Pada kesempatan yang lain, baginda nabi juga bersabda : “Belajarlah dari nenek moyangmu bagaimana caranya menghubungkan rahim-rahim itu, karena silaturahmi menimbulkan kecintaan dalam keluarga, meluaskan rezeki, dan menunda kematian.” (HR Imam Tirmidzi)

Dalam Buku “Inilah Pesan Penting di Balik Berkah & Manfaat Silaturahmi” karangan Anna Mariana dan  Milah Nurmilah, beliau menyebutkan bahwa jika seseorang mampu membangun silaturahmi dengan baik, telah banyak pintu yang bisa diakses dengan mudah dan praktis. Tidak hanya urusan rezeki, tapi juga bisa berupa jabatan dan kepercayaan yang bisa diberikan kepada seseorang untuk memegang amanah tertentu.

Karenanya, wahana silaturahmi selalu dibangun dalam berbagai segi. Hal ini dilakukan karena mereka sadar bahwa silaturahmi sangat penting dan menjadi bagian dari jantungnya sebuah organisasi. Bahkan dalam sebuah perusahaan berbasis jaringan seperti multi level marketing umpamanya, mereka telah membuktikan akan ungkapan hadist di atas.

Semakin kuat jaringan akan semakin besar pula kesempatan yang diperoleh dalam meraih pembeli dan informasi sebanyak-banyaknya. Begitu pula dalam sebuah organisasi, silaturahmi sangat berpengaruh dalam membangun solidaritas dan loyalitas anggotanya sehingga semakin solid dan memiliki kekuatan besar. Misalnya, dalam sebuah partai, LSM, koperasi, dan himpunan pelajar.

Semuanya disebabkan silaturahmi, maka perbanyaklah bersilaturrahmi terlebih di bulan Idul Adha ini. Eksesnya sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang baik di dunia maupun di akhirat kelak. Bahkan seseorang tidak masuk surga karena tidak mengindahkan untuk bersilturahmi sebagaimana Rasulullah berkata: “Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silaturahmi.” (HR Imam Muslim).

Ancaman lainya disebutkan dalam Alquran berbunyi: “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakan-Nya penglihatan mereka” (QS Muhammad (47): 22-23).

Ancaman Rasulullah SAW terhadap pemutus silaturrahmi dengan sanksi tidak diturunkan rahmat kepada mereka. Hal ini beliau sebutkan dalam sebuah hadist: “Sesungguhnya rahmat itu tidak diturunkan kepada kaum yang di dalamnya ada seorang pemutus keluarga” (HR. Bukhari).

Dalam hadist yang lain beliau juga menyebutkan: “Tidak ada dosa yang Allah SWT lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi”. (HR Tirmidzi).

Berdasarkan paparan di atas sudah selayaknya dan berlomba untuk bersilaturrahmi bukan hanya di bulan hari raya dalam Idul Adha namun pada bulan lainnya juga begitu. Hendaknya kita perbanyak silaturahmi dengan penuh keikhlasan, sehingga untuk menjemput ridha Allah SWT akan semakin mudah. Semoga.[]