SIGLI – Meski Iduladha masih sebulan lagi, harga kambing mulai melonjak di Kabupaten Pidie. Tingginya harga ternak membuat rendahnya minat pembeli.
Pantauan portalsatu.com, Sabtu, 5 Agustus 2017 di pasar ternak Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie, para warga yang hendak membeli kambing terpaksa mengurungkan niatnya karena harga ternak kambing sangat tinggi. Kambing yang biasanya dijual di bawah Rp2 juta, kini dijual Rp2,3 juta hingga Rp2,5 juta per ekornya.
“Saya berniat membeli kambing untuk keperluan akikah, tapi karena harganya sangat mahal, ya saya urungkan niat membeli,” kata Muslem, seorang warga kepada portalsatu.com dijumpai di pasar ternak.
Menurut Muslem, dia datang dari Kecamatan Pidie sejak pukul 07.00 WIB hendak membeli satu ekor kambing jantan untuk akikah. Betapa kagetnya dia, kambing yang biasanya dijual dengan harga Rp2 juta per ekornya, sekarang dibanderol Rp2,5 juta.
“Harga kambing naik Rp500 ribu, bahkan lebih per ekor. Bagi kami masyarakat kecil tentunya berat membelinya,” imbuh Muslem yang terpaksa menunda dulu akikah anaknya.
Sementara menurut Bang Yus, seorang pedagang kambing, pihaknya terpaksa menjual tinggi karena modalnya sudah tinggi. Mungkin harga tersebut dipengaruhi meningkatnya kebutuhan hewan kurban.
“Tingginya harga ternak seperti kambing saat ini dipengaruhi menjelang Iduladha yang kebutuhan ternak untuk kurban sangat banyak,” katanya.
Biasanya untuk ternak kurban akan banyak permintaan seminggu menjelang hari raya. Selain warga dalam kabupaten, luar kabupaten pun banyak memesan ternak yang sudah cukup umur untuk kurban.[] (*sar)



