Apa yang dimaksud dengan aksara? Apa bedanya dengan hurufalfabet, dan abjad yang sering tertukar penggunaannya?

Aksara, dari bahasa Sanskerta aksara, adalah sistem tulisan (writing system) yang digunakan manusia untuk berkomunikasi dan sedikit banyaknya mewakili ujaran atau bunyi bahasa. Dalam bahasa Indonesia, kata aksara juga mengandung makna lain sebagai sinonim huruf, yaitu tiap simbol dalam suatu sistem tulisan.

Perbedaan aksara dengan sistem komunikasi simbolis lainnya–seperti simbol informasi, gambar, peta, dan matematika–adalah kaitannya dengan suatu bahasa lisan yang harus dipahami oleh pembaca untuk dapat memahami maknanya; sistem simbol lain umumnya tidak memerlukan pemahaman tersebut.

Aksara umumnya dikelompokkan berdasarkan apa yang dilambangkan oleh tiap simbol:morfem, suku kata (silabel), atau fonem. Ada enam kelompok besar aksara menurut pembagian ini: (1) logogram, (2) aksara silabis, (3) aksara fonetis, (4) alfabet, (5) abudiga, dan (6) abjad.

Logogram atau aksara morfemis menggunakan satu lambang untuk satu morfem (misalnya aksara Cina). Aksara silabis menggunakan satu lambang untuk satu suku kata atau silabel (misalnya aksara Kana Jepang). Aksara fonetis menggunakan satu lambang untuk tiap varian fonem atau bunyi (misalnya aksara Hangul Korea).

Alfabet, abudiga, dan abjad sama-sama merupakan aksara fonemis yang menggunakan satu lambang untuk satu fonem secara konsisten. Perbedaannya adalah bahwa alfabetmemiliki simbol sendiri baik untuk konsonan maupun vokal (misalnya aksara Latin yang digunakan oleh bahasa Indonesia), abudiga memiliki simbol untuk gabungan konsonan dan vokal (misalnya aksara Dewanagri dan Jawa), sedangkan abjad hanya memiliki simbol untuk konsonan (misalnya aksara Arab).

Nah, mudah-mudahan dari penjelasan ini cukup tergambar perbedaan antara istilahaksarahurufalfabet, dan abjad yang sering tertukar penggunaannya ini.

Sumber: beritagar.id