BANDA ACEH – Ketua Mahasiswa Ikatan Keluarga Peureulak (IKAPA) Zaqi Muntaza, meminta agar pilkada di Aceh Timur bebas dari berbagai kecurangan dan kekerasan.

Pihaknya juga menyayangkan sejumlah insiden kekerasan yang terjadi di Aceh Timur belakangan ini. Hal ini kata Zaqi berdampak pada psikologi generasi muda dan masyarakat umum.

“Ada beberapa penyebab yang kami catat sehingga tindak kekerasan itu muncul di Aceh Timur , salah satunya adalah maraknya aksi black campaign sehingga memicu aksi-aksi yang tidak diinginkan,” katanya melalui siaran pers, Kamis, 5 Januari 2016.

Selain itu kata Zaqi, ia menduga juga ada skenario adu domba dari pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh suhu politik di Aceh Timur. Namun yang terpenting menurutnya kondisi ini menggambarkan kurangnya sosialisasi pilkada damai oleh KIP atau Panwaslih setempat.

“Ini merupakan penyakit yang harus segera dicari obatnya oleh pihak penyelenggara, baik itu pihak primer maupun pihak sekunder di pilbup Aceh Timur 2017.”

Ia juga meminta semua pihak bersikap dewasa dalam bertindak selama proses pilkada ini. “Dan yang jelas kita harus kembali kepada identitas kita selaku umat Muslim yaitu menjunjung tinggi nilai syariat Islam dalam berpemilu,” katanya.[]