MEUREUDU – IKAT (Ikatan Alumni Timur Tengah) mengharapkan pemerintah mengawasi dan mendampingi setiap bantuan yang masuk ke lokasi bencana.
Hal itu disampaikan Ketua IKAT Aceh, M. Fadhil Rahmi, dalam siaran pers dari Pidie Jaya, Selasa 13 Desember 2016. Ia mengatakan, perlu diawasi semua bantuan, bukan atas dasar diskriminasi kelompok/pemikiran, namun untuk meminimalisir efek-efek negatif yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam dan kearifan lokal.
“Walaupun demikian, pengawasan dan pendampingan ini harus dilakukan secara manusiawi dan universal,” katanya.
Selain itu, Fadhil Rahmi mengharapkan, proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca bencana harus mengedepankan prinsip-prinsip yang tidak bertentangan dengan norma yang berlaku.
“Proses rehab rekon, juga tidak boleh abai terhadap sisi psikologi, baik kalangan dewasa dan anak-anak. Saya mengharapkan peristiwa yang telah terjadi menjadi alarm bagi kita untuk terus instropeksi diri. Kita harus merapatkan barisan dalam ukhuwah islamiyah yang dibina dengan nilai nilai kebajikan. Semoga kita melewati ujian ini dengan nilai yang baik,” kata Fadhil Rahmi.
Fadhil Rahmi mengatakan, pagi ini Tim IKAT Aceh Peduli menuju Pidie Jaya untuk kedua kalinya, bergabung dengan Tim Operasional yang standby di lokasi bencana.
Perjalanan kali ini, katanya, bertujuan untuk menyalurkan bantuan ke dua gampong, Jimjim dan Abah Lueng di Kec. Bandar Baro, sesuai hasil survey sebelumnya dan diperkuat info terkini tim Posko Operasional IKAT Peduli di Lueng Putu, karena wilayah ini masih sangat minim bantuan dan tergolong kampung terdalam.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mengunjungi dan memantau daerah pedalaman dari kecamatan dan gampong yang lain.
“Beberapa bantuan yang dibawa hari ini seperti 100 Matras, 50 set tenda kecil (3 orang), 60 botol kayu putih, 60 botol minamyak angin, cream anti nyamuk (1440 sashet), hansaplast (1100), 180 baju kaos polos (warna putih dan hitam), dan box obat obatan lainnya,” katanya.
Ia mengatakan, tim juga akan melakukan analisis lebih mendalam tentang kondisi beberapa gampong yang rencananya akan dibina secara berkala oleh IKAT.
“Gampong ini nantinya akan diperhatikan dengan serius pembinaannya oleh IKAT seperti terkait pengembangan pengetahuan keagamaan terutama kefasihan membaca Al Quran, dan sebagainya,” katanya.[]



