DENMARK – Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1437 H ini yang jatuh pada Rabu 6 Juli 2016, WAA (World Acehnese Asociations) menghadirkan Ketua MAZKA (Majelis Zikir Kota Langsa), Tgk Abdul Razaq Ridhwan, untuk menjadi imam dan khatib hari raya pertama di Meunasah Aceh, Kota Aars, Denmark.

Tgk Abdul Razaq Ridhwan sudah 15 hari lebih berada di negara Denmark dalam kegiatan Safari Ramadhan memenuhi undangan dari WAA dan seluruh warga Aceh yang berdomilisili di Denmark, yang merupakan salah satu negara Scandinavia tersebut.

“Kunjungan ini untuk mengisi zikir, pengajian, dan imam taraweh berbagai kota di negara Denmark seperti di Kota Aalborg, Kota Hjorring, Kota Silkeborg, dan Kota Aars, yang didomisili warga Aceh di setiap kota tersebut,” kata Abdul Razaq, dalam siaran pers, 5 Juli 2016.

Sekretaris WAA, Syukri, yang sudah lama berada di Denmark, mengatakan, warga Aceh merasa sangat senang degan adanya meunasah Aceh tersebut dan bahagia dengan kedatangan Tgk Abdul Razaq Ridhwan ke Denmark memenuhi menjadi Imam sekaligus khatib hari raya Idul Fitri 1437 H.

“Kegiatan ini merupakan kali pertama dilakukan oleh organisasi WAA yang ada di negara Eropa. Salat Idul fitri yang dilaksanakan setiap tahun oleh ummat muslim yang ada di seluruh dunia juga dilaksanakan oleh warga Aceh yang sudah lama menetap di negara Eropa khususnya Denmark,” katanya.

Ia mengaku, setiap tahunnya warga Aceh di Denmark melakukan shalat Idul fitri di sebuah gedung yang di sewa oleh ummat muslim yang ada di Denmark, sehingga berbagai bangsa yang beragama Islam turut hadir di tempat tersebut.

“Alhamdulillah pada tahun ini masyarakat Aceh di negara Denmark sudah bisa melaksanakan shalat idul fitri di meunasah Aceh yang baru di resmikan sekitar 6 bulan yang lalu,” katanya.

Ia mengaku, kegiatan ini merupakan shalat hari raya perdana dilakukan oleh warga Aceh di tempat sendiri atau di “Meunasah Droe” Meunasah Aceh Denmark.

 “Insya Allah di Meunasah Aceh Denmark tersebut akan terus dilaksanakan kegiatan-kegiatan agama bagi warga Aceh di sini sehingga tidak lagi menyewa gedung untuk salat hari raya dan kegiatan-kegiatan agama lainnya serta memperkuat tali persaudaraan warga Aceh di Denmark melalui kegiatan-kegiatan agama,” katanya.[]