JANTHO – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Rabu, 15 September 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Berdakwah Indah di Ruang Digital”.
Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.
“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.
Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.
Pada webinar menyasar target segmen siswa, guru, ulama, ustadz, dan santri, dihadiri oleh sekitar 569 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber berkompeten dalam bidangnya. Yakni, Dr. Nandang Koswara, Dosen Program Doktoral, Pendakwah; Ali Mansur, M.A., Akademisi Politik Hukum dan Filsafat Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Tgk. H. Faisal Ali, S. Sos.I., Ketua MPU Aceh; dan Al Munzir, S.Pd.I., M.Si., Ketua PGRI Aceh. Erisa Fadhila sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya.
Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.
Pada sesi pertama, Dr. Nandang Koswara, menyampaikan ada beberapa sasaran konten dakwah di dunia digital, yaitu ikhtiar dan usaha sadar untuk menyiapkan umat memiliki kemampuan memahami ajaran islam, terampil dalam melaksanakan ajaran islam, dan bersedia merealisasikan ajaran islam sebagai pola kehidupan sehari-hari. Ada empat pondasi pembuatan konten dakwah, yaitu ikhlas, amal saleh, ilmu, dan iman.
Giliran pembicara kedua, Ali Mansur, M.A., mengatakan bagaimana aman bermedia sosial? Kita harus membangun kesadaran bahwa ruang digital penuh resiko, butuh pengetahuan yang cukup tentang manajemen risiko, hadapi atau hindari, siap pengetahuan, mental, dan orientasi pada Kesehatan. Ada beberapa perilaku yang harus dihindari saat interaksi di ruang digital, yaitu hoax, penipuan atau pencurian, ujaran kebencian, pornografi, perjudian, dan ancaman kekerasan.
Tampil sebagai pembicara ketiga, Tgk. H. Faisal Ali, S. Sos.I., menjelaskan belajar agama di dunia maya mulai dari mengenal prioritas, memilih guru yang baik, menyeleksi konten dan tabayyun, dan memilih channel belajar agama di dunia maya.
Pembicara keempat, Al Munzir, S.Pd.I., M.Si., Psikolog menuturkan biasakan merespons informasi dengan mempertimbangkan kebenaran, kebaikan, dan bermanfaat. Manfaatkan ruang digital untuk mencerdaskan bangsa dan rasa cinta tanah air.
Erisa Fadhila selaku Key Opinion Leader menyampaikan ruang digital ini tidak ada batasannya, kita yang memiliki batasan bagi diri kita sendiri.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Abdul Razaq yang bertanya bagaimana cara atau strategi dakwah yg tepat untuk kita menyampaikan dakwah dengan baik di dunia digital seperti sekarang ini?
Narasumber Ali Mansur menanggapi kita harus tahu dengan perubahan zaman apalagi di zaman digital seperti saat ini. Kita harus menggunakan media digital untuk alternatif menyebarkan dakwah. Kita harus membekali diri kita seperti pengetahuan etika, norma sosial, dan norma hukum, gunakan media yang tepat sesuai dengan target dakwah kita, kita harus banjiri dunia digital dengan hal-hal yang positif agar tidak ada lagi hal negatif yang muncul di dunia digital.
Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Besar. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril/*)






