Jumat, Juli 19, 2024

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...
BerandaIni Alasan Aceh...

Ini Alasan Aceh Ditetapkan Sebagai Daerah Rawan Pilkada

BANDA ACEH – Penetapan Aceh sebagai daerah rawan pelaksanaan Pilkada dilakukan berdasarkan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah berpijak pada pengalaman pemilihan kepala daerah pada 2012 lalu, dimana tingkat kekerasan politik meningkat.

Demikian disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh, Soedarmo, saat bersilaturahmi dengan pimpinan media dan organisasi wartawan di Aceh, yang berlangsung di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa, 8 November 2016.

Soedarmo mengatakan penetapan daerah rawan ini dilakukan Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu berdasarkan survey dan riset. Berdasarkan penelitian di beberapa provinsi di Indonesia, Aceh berada di urutan kedua daerah rawan Pilkada setelah Papua Barat.

“Aceh di tahun 2012, kekerasannya itu cukup meningkat. Alasan-alasan itu yang menjadi pertimbangan penetapan Aceh sebagai daerah rawan. Kedua, diantara beberapa provinsi, Aceh merupakan daerah yang melaksanakan pemilihan kepala daerah paling banyak. Jika Papua Barat hanya tujuh kabupaten kota yang melaksanakan pemilihan, berbeda dengan Aceh yang mencapai 20 pemilihan kepala daerah plus satu provinsi. Jadi ini lah latarbelakang penetapan Aceh sebagai daerah rawan,” kata Soedarmo. 

Namun dia meminta semua pihak agar tidak terlalu kahawir dengan penilaian tersebut. Menurutnya justru dengan begitu penyelenggara Pilkada bisa lebih hati-hati dalam melaksanakan tugasnya.

“Daripada dianggap aman menurut, misal Bawaslu, Aceh sebagai daerah yang sangat kondusif tapi kemudian pas pelaksanaannya mungkin akan terjadi sesuatu yang kurang bagus, dibandingkan sekarang ditetapkan sebagai daerah rawan tapi pelaksanaanya kondusif. Ini yang perlu diterapkan. Intinya pelaksanaan Pilkada nanti bisa lancar aman dan damai,” ujar Soedarmo lagi. 

Dia mengatakan untuk mewujudkan pelaksanaan Pilkada damai, pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada. Baik itu dari unsur Polda Aceh maupun Kodam Iskandar Muda.

“Kita mengharapkan pengamanan sebaik mungkin, artinya personil bisa ditempatkan di seluruh TPS yang dianggap daerah rawan,” katanya.

Daerah rawan di Aceh yang dimaksud Soedarmo adalah berdasarkan pemetaan Polri. Menurutnya pemetaan daerah rawan tersebut bisa saja berbeda dengan mapping Bawaslu dan unsur intelijen. 

“Nah itulah yang akan kita combign untuk pengamanan pelaksanaan Pilkada di Aceh. Jadi jangan khawatir, insya Allah masyarakat Aceh sudah sangat melek dalam politik. Cukup dewasa dalam memberikan suaranya dalam Pemilukada. Saya yakin dan percaya, insya Allah, Pilkada di Aceh dapat berjalan lancar, aman dan damai,” katanya.[]

Baca juga: