BIREUEN – Bakal calon bupati Bireuen dari jalur independen atau perseorangan, Teungku H. Muhammad Yusuf Abdul Wahab, mengutarakan alasannya maju di pilkada 2017 mendatang. Seperti diketahui ia menggandeng dr. Purnama Setia Budi Sp. OG sebagai pasangannya.

Karakter generasi Aceh yang phon that perle ta benahi. Menyoe karakter hana get, syari'at han mungken tegak, nyan perseh lage tayue sembahyang bak ureung pungoe, (karakter generasi Aceh yang pertama kali harus dibenai. Jika karakter tidak baik, syariat sulit ditegakkan, itu seperti kita suruh salat pada orang gila),” kata ulama Aceh yang akrab disapa Tu Sop kepada portalsatu.com, Jumat, 7 Oktober 2016 di Samalanga, Bireuen.

Ia juga mengaku telah memiliki konsep jitu dalam melakukan pembenahan karakter generasi Aceh. Menurut Tu Sop, dengan terbentuknya karakter generasi yang islami, maka dengan sendirinya syari'at akan berdiri kokoh.

“Penerapan syari'at Islam di Aceh terkesan masih setengah hati. Ini perlu langkah pasti dan keseriusan,” ujarnya.

Terkait isu ulama dan politik, Tu Sop merasa, selama ini ulama hanya dijadikan sebagai alat, namun apa yang disampaikan oleh ulama tidak menjadi acuan bagi pemimpin dalam menjalankan roda kepemerintahannya dengan alasan beragam.

Tu Sop juga menyebutkan, agama dan politik juga tidak bisa dipisahkan, karena dengan politik pemimpin itu lahir. Bahkan islam juga menganjurkan penganutnya berpolitik, tentu cara berpolitik sehat dengan mengacu pada nilai agamis.

“Agama hana melarang politik, tapi menyoe politik Snouck Hurgronje yang dipakek, nyan jeulah meulanggar, (agama tidak melarang berpoltik, tapi kalau politik Snouck Hurgronje yang dipakai, itu jelas melanggar),” ujar Tu Sop lagi.

Dalam pilkada Aceh 2017 mendatang, Tu Sop juga meminta agar masyarakat Aceh kiranya berprinsip cara berpolitik yang sehat. Politik sesat yang selama ini dilakukan, hanya menimbulkan kerusakan bagi masyarakatnya tidak hanya per lima tahun, tetapi jangka panjang.

Ia mengaku persoalan di Aceh juga masih sangat komplit. Masalah itu pula masih berkutik di seputaran kesejahteraan.

“Ekonomi rakyat harus dikembangkan. Tidak terlalu sulit sebanarnya karena kita memiliki potensi alam yang memadai. Hanya saja butuh keseriusan dan langkah-langkah konkret yang berkesinambungan,” kata Tu Sop.

Hidup katanya, merupakan suatu perjuangan, perjuangan untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat, sesuai dengan perintah Allah, selamatkan dirimu, keluargamu dan saudaramu dari api neraka.

Nyoe ta coba tarek kembali cara berpolitek masyarakat, tanpa masyarakat pih lon han ek ta ubah Bireun nyoe untuk leubeh got. Nyan ban-bandum lon pulang bak pilihan rakyat, (kita mencoba menarik kembali cara berpolitik masyarakat, tanpa masyarakat saya juga tidak sanggup mengubah Bireuen menjadi lebih baik. Itu semua saya kembalikan pada rakyat),” katanya.[]