BIREUEN – Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, meninjau tanggul jaringan irigasi di kawasan Desa Matang Sagoe, Kecamatan Peusangan, Bireuen, yang jebol, Jumat, 24 Oktober 2025.

Tanggul tersebut jebol pada Jumat pagi setelah hujan deras mengguyur kawasan Bireuen sejak Kamis malam (23/10) hingga Jumat dinihari. Pintu pembagi air rusak dan badan jalan juga putus total.

Dampak jebolnya tanggul itu, air meluap ke Desa Matang Mesjid, Matang Cot Paseh, Karieng, dan sejumlah desa lainnya di wilayah hilir sungai.

Masyarakat setempat merasa khawatir akan meluasnya genangan air ke lahan pertanian dan permukiman warga.

Mendapat informasi tersebut, Danrem Ali Imran langsung turun ke lokasi. Danrem turut didampingi Danramil 06/Peusangan, Kapten Kav Imron Suryadani, perangkat desa, dan masyarakat setempat.

[Foto: Penrem Lilawangsa]

Danrem melihat kondisi tanggul jebol dan dampak yang ditimbulkan terhadap pemukiman warga dan lahan pertanian warga.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan langkah perbaikan darurat, agar aliran air dapat dikendalikan dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman,” ujar Danrem Ali Imran.

Danrem turut memberikan arahan kepada Dandim 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi, agar menurunkan personel TNI untuk membantu warga membangun tanggul darurat menggunakan karung pasir. Selain itu, membantu mengevakuasi barang-barang milik warga yang terdampak.

Danrem menegaskan TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi tanggap darurat bencana untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat pemulihan kondisi di lapangan.[]