Dikutip dari , rencananya teknologi canggih ini akan dipasarkan dalam waktu lima tahun lagi menurut Co-Presiden Lenovo Mobile Business Group, Aymar de Lencquesaing dalam sebuah wawancara yang dilakukan belum lama dengan CNBC. Berita ini muncul setelah acara Lenovo Tech World bulan Juni kemarin.
Pada acara Lenovo Tech World bulan Juni kemarin, produsen Cina menyajikan dua handset prototipe dengan berbagai tingkat fleksibilitas. Lenovo Folio membuat sebuah tablet 8 inci yang bisa dilipat dua, sedangkan Lenovo CPlus mengeluarkan smartphone berukuran 4,26 inci yang dinyatakan bisa digulung di pergelangan tangan pemilik seperti gelang yang kebesaran. Kedua perangkat canggih ini dioperasikan menggunakan Google Android OS.
Lenovo sudah membawa Tango yang menampakkan teknologi realiti yang dikembangkan oleh Google, untuk phaB 2 Pro phablet yang dijadwalkan rilis pada September nanti.
Lenovo bukanlah satu-satunya produsen yang bekerja pada proyek-proyek semacam itu. Pabrikan asal Korea Selatan seperti Samsung juga sedang dalam proses mengembangkan konsep smartphone dengan layar yang bisa dilipat setengah, dengan nama kode Project Loire.
Samsung sudah terlebih dulu menampilkan produk smartphone yang fleksibel dan terbuat dari plastik pada tahun 2011 CES di Las Vegas, Amerika Serikat. Hal ini untuk memecahkan bagian dari proyek untuk membangun sebuah ponsel. Teknologi diluncurkan untuk tablet juga. Selain Samsung, LG juga sedang bekerja pada pembuatan layar transparan.
Samsung telah menyarankan tahun 2017 untuk merilis smartphone yang bisa dilipat untuk pertama kalinya, meskipun ini mungkin kurang canggih dan spektakuler dari Lenovo CPlus./Sumber: Republika

