Senin, Juli 15, 2024

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa...

BLANGKEJEREN - Kejaksaan Negeri Kabupaten Gayo Lues kembali menggelar bakti sosial (Baksos) dan...

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...
BerandaCek Gu Ini...

Cek Gu Ini Raup Rupiah Dari Budidaya Ikan Hias

LHOKSEUMAWE – Jutaan rupiah mengalir masuk ke sakunya setiap bulan dari hasil usaha budidaya ikan hias yang telah dijalaninya sejak 2013 lalu. Berjalan dengan modal awal Rp 20 juta, usaha yang dikelola Cek Gu ini kian berkembang.

“Selain menjalankan pembibitan ikan hias, saya juga tetap menjalani pekerjaan utama saya sebagai guru Matematika di SMK Negeri 6 Lhokseumawe. Untuk ikan hias ini saya mulai pada 2013 lalu,” kata Rudi Purnama, 27 tahun, saat ditemui portalsatu.com, di tempat usahanya yang berada di Jalan Haji Tana, Gang Baru yang berdekatan dengan SMK Negeri 1 Lhokseumawe, Rabu, 13 Juli 2016.

Ia menyebutkan, sebenarnya usaha pembibitan ikan hias merupakan pengalihan dari usaha sebelumnya, yakni pembesaran ikan lele.

“Saya awalnya menekuni usaha pembesaran ikan lele. Namun belakangan kualitas benih lele menurun dan tidak mau besar alias kerdil. Di situlah muncul ide untuk beralih ke ikan hias yang memang cukup diminati berbagai kalangan, termasuk anak-anak,” ujarnya.

Rudi memulai bisnis tersebut dengan modal awal Rp 20 juta untuk pembuatan kolam beton dan kolam terpal yang dibangun di atas tanah seluas 10×20 meter. Saat ini ia memiliki 10 kolam, tiga beton dan tujuh lainnya terbuat dari terpal, serta lima aquarium. Masing-masing wadah memiliki kegunaan berbeda. Mulai dari perawatan induk, pemijahan, penetasan telur, pendederan dan lainnya.

“Saya melihat potensi budidaya ikan hias ini sangat menjanjikan karena diminati berbagai kalangan. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Alhamdulillah saat ini juga ada beberapa pemilik usaha aquarium yang datang mengambil langsung. Ada juga tengkulak (muge) ikan hias yang datang mengambil grosir dan mereka menjual kembali secara eceran di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Awalnya dia membeli indukan ikan hias melalui online. Setelah beranak pinak, barulah dipasarkan. Saat ini ada beberapa jenis ikan hias yang dibudidayakan. Masing-masing, ikan moly, guppy glaxy medusa, guppy red shadow, sangkiam, mas pedang, sunke koi dan mawar.

“Untuk moly, mas pesang dan mawar eceran Rp 2 ribu per ekor, tapi jika beli di atas 50 ekor hanya dihitung Rp 1.000 per ekor. Guppy glaxy medusa dan guppy red shadow sepasang Rp 30 ribu. Sangkiam induk sepasang Rp 40 ribu, untuk anakan Rp 5 ribu per ekor. Sedangkan ikan sunke koi Rp 10 ribu per ekor, namun jika beli di atas 50 ekor dapat potongan harga 50 persen,” rincinya.

Rudi turut mempekerjakan dua orang untuk menjalankannya bisnis ikan hias tersebut.

“Alhamdulillah omset setiap bulan di atas Rp 1,5 juta. Permintaan ikan hias saat Idul Fitri cukup meningkat, bahkan sampai kehabisan stok,” kata Rudi yang juga mengajar bela diri. [](bna)

Baca juga: