SIGLI – Penjabat Bupati Pidie, Samsul Azhar menyatakan siap menampung aspirasi para honorer tenaga kesehatan (nakes) Pidie yang berunjuk rasa meminta pemerintah membuka peluang bagi mereka menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kita selaku pemerintah daerah siap menampung aspirasi dari masyarakat termasuk dari para honorer yang menggelar aksi hari ini. Kita akan lakukan sesuai kewenangan dan kemampuan daerah,” kata Pj. Bupati Samsul Azhar ditemui portalsatu.com/ di ruang kerjanya, Senin, 6 Januari 2025.

Samsul Azhar menjelaskan pihaknya bukan tidak memberi kesempatan, atau bukan tidak adil dalam merekrut PPPK seperti yang diutarakan para nakes. Akan tetapi, kata dia, sesuai kemampuan daerah pihaknya mengajukan kebutuhan pegawai.

Pj. Bupati memaparkan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Pidie mencapai 8.000 orang. Jumlah tenaga honorer juga sekitar 8.000 orang yang tersebar di sejumlah perkantoran. Saat ini, kata dia, 36 persen anggaran APBK habis untuk belanja pegawai. Padahal, katanya, batas maksimal anggaran yang bisa digunakan untuk belanja pegawai 30 persen.

“Anggaran APBK kita habis untuk belanja pegawai 36 persen sudah melampaui batas maksimal yang ditetapkan pemerintah 30 persen dari total anggaran,” jelas Samsul didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Pidie, Teuku Hendra Hidayat Yoga.

Sebenarnya, lanjut Pj. Bupati, pemerintah daerah selalu memperjuangkan agar peluang kerja lebih besar di lingkungan pemda, tapi semua itu sangat tergantung pada kemampuan daerah.

“Kewenangan kita selaku pemerintah daerah hanya mengajukan sesuai kebutuhan. Tidak mungkin pemerintah bersikap tidak adil terhadap para nakes,” pungkas Samsul sembari mengaku terus mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat.

Sebelumnya diberitakan, seribuan tenaga nakes di Kabupaten Pidie menggelar unjuk rasa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie dan Kantor Bupati Pidie, Senin, 6 Januari 2025.

Aksi nakes itu dimulai dengan long march dari Tugu Mulieng dengan menggunakan ratusan sepeda motor menuju gedung DPRK Pidie. Di halaman gedung wakil rakyat tersebut, para pengunjuk rasa yang didominasi kaum perempuan menggelar aksi dengan membentang sejumlah spanduk. Di antaranya, meminta ‘pemerintah bersikap adil dalam perekrutan PPPK’, dan ‘selesaikan dulu perekrutan PPPK tahap satu baru tahap dua’.

Baca: Seribuan Tenaga Kesehatan Pidie Gelar Aksi, Ini Tuntutannya.[](Zamahsari)