JAKARTA – Usai menerima “Kartini Award 2017” yang diberikan International Human Resources Development Programme (IHRDP) tiga perempuan anggota DPR Aceh, yaitu Hj. Ismaniar, Ir Hj Fatimah, dan Drh Nuaraini Maida, mengaku cukup senang karena dapat mensupport semangat berkerja untuk rakyat.

Hj. Fatimah menyebutkan, dirinya sangat mengapresiasi penghargaan tersebut, dan akan dijadikan salah satu pemicu semangatnya berkerja untuk Aceh.

“Nyoe semanagat Cut Nyak Dien,” kata Hj Fatimah.

Sementara pengusaha dan anggota DPR Aceh Hj. Ismaniar yakin, anugerah akan menjadikan beban apabila tiada beraktivitas untuk kepentingan orang banyak.

“Aceh itu daerah berperadaban tinggi, semangat perempuan Aceh mempertahankan peradabannya harus menjadi simbol kekuatan. Saya berkerja dengan semangat Kemalahayati, Cut Nyak Dien, dan semua pejuang Aceh yang dikanal dunia. Ini akan menjadi salah satu motivasi,” kata Ismaniar yang juga ketua Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) Aceh.

Sedangkan Drh Nuraini Maida percaya, semua yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat membuahkan hasil yang maksimal. Perempuan Aceh yang kuat, cerdas, dan berani harus ditiru sebagai semangat yang merakyat.

“Berkerja untuk rakyat Aceh harus utama, dan menjadikan semangat keacehan sebagai yang terdepan itu yang paling utama. Kita punya perempuan-perempuan tangguh yang menginspirasi,” kata Nurani Maida.

Selain tiga anggota DPR Aceh 10 perempuan lainnya dari seluruh Indonesia antara lain Ketua DPRD Kabupaten Berau Kalimantan Timur Hj Syarifatul Sya'diah, S.Pd M.Si, Kepala SD 64/VI Sukasari II, Serolangun Jambi, Ketua Panwaslu Kota Tomohon Sulawesi Utara, dan lain-lain.

Sepuluh penerima Kartini Award menyisihkan 230 perempuan dari seluruh Indonesia.[]