BANDA ACEH – General Manager Hotel Hermes Pallace, Syarial Munas, menyebutkan pihaknya tidak akan menggelar kegiatan apapun yang berpotensi melanggar syariat Islam. Hal ini termasuk perayaan Tahun Baru Masehi yang tidak lama lagi berlangsung.

“Di bidang Tahun Baru, itu tidak akan ada acara apapun, musikpun tidak akan ada. Kami berusaha untuk silent (diam), betul,” kata Syarial Munas dalam rapat dengan Forkompinda di ruang rapat Wali Kota Banda Aceh, Senin, 18 Desember 2017.

Pihak hotel juga telah melakukan rapat internal terkait hal ini. Menurut Syarial mereka juga tidak akan menggelar house musik seperti yang biasa digelar. Kebijakan ini diambil sesuai kesepakatan antara pihak hotel dengan Forkopimda Kota Banda Aceh.

“Saya harus mendukung kebijakan pak wali tadi,” kata Syarial.

GM Hermes Pallace ini mengatakan informasi berkembangnya dugaan kontes waria tersebut menjadi pembelajaran bagi perusahaan mereka. Dia berjanji akan lebih berhati-hati bila ingin memberikan penyewaan tempat.

“Mengenai kejadian semalam merupakan pelajaran buat kami. Seperti pak Kapolresta tadi bilang. Bila nanti ada meeting, juga lebih berhati-hati, yang akan diundang siapa, yang akan datang siapa. Nanti bisa dikoordinasikan dengan polisi setempat,” katanya.

Meskipun demikian, Syarial menampik bahwa kegiatan yang diduga digelar kaum waria tersebut merupakan kontes. Menurutnya aktivitas itu hanya pesta ulang tahun biasa.

“Rekaman video (CCTV) tersebut sudah diambil oleh pihak kepolisian, karena itu sebagai barang bukti. Acara itu murni ulang tahun,” ujarnya.[]