SUBULUSSALAM – Irwandi Yusuf mengatakan alasan dirinya maju kembali pada pemilihan calon gubernur periode 2017-2022 untuk membangun Aceh lebih maju dari sekarang.

Hal itu disampaikan Irwandi Yusuf usai melantik tim relawan kecamatan se-Kota Subulussalam di Lapangan Beringin, Jalan Teuku Umar, Kecamatan Simpang Kiri, Rabu, 16 November 2016. Irwandi datang ke Subulussalam didampingi mantan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI (Purn.) Soenarko.

“Kenapa saya maju lagi, ada yang tahu? Karena Aceh yang saya tinggalkan 2012 lalu tidak sama lagi dengan sekarang ini. Tidak sama dalam arti negatif seperti menurun indeks pembangunan, pendidikan dan lain sebagainya,” kata Irwandi dalam orasi politiknya.

Irwandi menyebutkan pada awal pemerintahannya tahun 2007 lalu angka kemiskinan mencapai 33,04 persen. Selama lima tahun memimpin Aceh, ia berhasil menurunkan angka kemiskinan menjadi 18,7 persen atau turun 15 persen.

“Sekarang angka kemiskinan Aceh 17,6 persen, selama empat tahun lebih hanya turun 1 persen dari yang saya tinggalkan waktu itu 18,7 persen. Bandingkan ketika saya menjabat mampu menurunkan 15 persen, itu suatu pencapaian luar biasa,” kata cagub Aceh nomor urut 6 ini.

Dari sektor pendidikan, kata Irwandi, ia berhasil meningkatkan dari level bawah ke menengah. Namun setelah ia meninggalkan pemerintahan, pendidikan Aceh kembali anjlok ke level terendah lagi.

“Ini penyebabnya karena salah pikir, gagal paham dan salah pilih waktu itu,” ungkap Irwandi di hadapan seratusan lebih warga Subulussalam.

Irwandi kemudian menanyakan kepada masyarakat apakah masih menginginkan Aceh tertinggal seperti sekarang atau ingin perubahan.

Menurutnya, jika ingin Aceh maju masyarakat jangan sampai gagal paham dan salah dalam memberikan hak suara pada pemilihan 15 Februari 2017 mendatang.

“Nomor 6 is back untuk meraih kemenangan kembali, untuk kesejahteraan rakyat Aceh,” kata Irwandi.[]