BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh akan menyiarkan langsung proses pemantauan hilal awal Ramadan 1441 H yang dipusatkan di Pusat Observatorium Teungku Chik Kuta Karang, Aceh Besar, melalui channel youtube Kemenag Aceh, Kamis, 23 April 2020.
Siaran langsung akan dimulai pukul 18.00 WIB. Warga juga akan diberikan edukasi mengenai ilmu falakiyah yang akan dibimbing ahli falakiyah Kanwil Kemenag Aceh.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh, H Saifuddin, S.E., mengatakan, pemantauan hilal tahun ini tidak terbuka untuk umum, hanya boleh dihadiri 10 orang. Hal itu untuk mencegah penyebaran virus corona.
“10 orang sudah termasuk para petugas pemantauan hilal dan undangan dari instansi terkait. Para petugas juga kita minta senantiasa mematuhi prosedur keselamatan (protokol kesehatan, red) dengan menjalankan physical distancing,” kata Saifuddin di Banda Aceh, Kamis.
Saifuddin menjelaskan, para peserta baik petugas maupun undangan juga diminta menggunakan masker serta mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Para peserta juga akan diperiksa suhu tubuhnya sebelum memasuki area pemantauan hilal.
“Petugas yang merasa tidak sehat, maka secara tegas kami larang untuk mengikuti kegiatan rukyatul hilal,” tegasnya.
Selain itu, kata Saifuddin, instrumen pemantauan seperti teleskop, theodolite, atau kamera hanya boleh dijalankan satu orang petugas dan dilarang menggunakannya secara bergantian.
“Alat tidak boleh saling pinjam pakai. Kemudian sebelum dan setelah pemantauan, seluruh peralatan wajib dibersihkan dengan hand sanitizer,” ujarnya.[]



