Senin, Juni 24, 2024

Dosen UBBG Lulus Seleksi...

BANDA ACEH - Tidak hanya mahasiswa, dosen UBBG juga berprestasi. Adakah Dr. Zahraini,...

34 Tim Futsal Berlaga...

SIGLI – Sebanyak 34 tim se-Aceh berlaga untuk memperebutkan gelar juara Piala Ketua...

All New Honda BeAT...

BANDA ACEH - Sehubungan dengan peluncuran All New Honda BeAT series terbaru oleh...

Kapolri Luncurkan Digitalisasi Perizinan...

JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo meluncurkan sistem online single...

Ini Kata PIM Soal Stok Pupuk Subsidi

ACEH UTARA– Menjelang libur hari raya Idulfitri 1444 H/2023 M, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) selaku anggota holding Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk urea subsidi sebanyak 58.280 ton per 17 April 2023 untuk wilayah distribusinya.

VP Mitra Bisnis Pemasaran PIM, R. Mustaqim, menyampaikan pihaknya telah melakukan sejumlah koordinasi strategi bersama VP Distribusi Sumbagut Regional 1 PT Pupuk Indonesia (Persero), Mirwan, guna menjaga dan mengoptimalkan stok dan proses pendistribusian pupuk bersubsidi tetap terjaga bagi petani. Salah satunya dengan melakukan pengiriman stok pupuk ke berbagai daerah untuk memaksimalkan gudang lini 2 dan 3 di tingkat kabupaten dan kecamatan sebelum terjadi kemacetan lalu lintas saat arus mudik di sejumlah wilayah.

“Pendistribusian sudah dikonsentrasikan oleh Distribusi Sumbagut PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak di awal bulan suci Ramadan, untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan selama arus mudik lebaran Idulfitri 1444 H,” ujar Mustaqim, Selasa, 18 April 2023.

Dengan mekanisme tersebut, lanjut Mustaqim, diharapkan pupuk bisa sampai di gudang lini 3 dan kios pengecer yang tersebar di berbagai wilayah tepat waktu. Sekaligus menjaga stok di berbagai daerah agar bisa segera ditebus petani sesuai kebutuhannya.

Mustaqim menjelaskan pupuk bersubsidi hanya disalurkan kepada petani yang berhak sesuai kriteria dari Permentan Nomor 10 Tahun 2023. Adapun syarat untuk mendapat pupuk bersubsidi adalah wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (Simluhtan), serta menggarap lahan maksimal dua hektare. Regulasi tersebut juga memfokuskan pupuk bersubsidi hanya untuk sembilan komoditas strategis, yaitu padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, kopi, tebu, dan kakao.

Mustaqim menambahkan hingga pertengahan April 2023, PIM a telah menyalurkan pupuk urea bersubsidi sebanyak 142.008 ton periode Januari hingga pertengahan April tahun ini, atau sebesar 27 persen dari alokasi pupuk bersubsidi sebesar 525.113 ton yang menjadi amanah Pupuk Iskandar Muda pada tahun 2023.

Produk NPK Chemical PT PIM

Sementara itu, pada 10 Februari 2023 lalu, Presiden RI, Joko Widodo, telah meresmikan Pabrik NPK PIM berkapasitas produksi sebesar 500.000 ton/tahun. Sesuai data alokasi dengan beroperasinya pabrik NPK PIM, maka secara tidak langsung akan menambah produksi NPK PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadi 3,5 juta ton pertahun, dan diharapkan bisa mensupport kebutuhan NPK bagi seluruh wilayah di Indonesia.

SVP Keuangan PIM, Syahrul Kamal, menyebutkan saat ini pupuk NPK PIM sudah dapat ditemui di pasaran untuk kemasan 25 kg dengan harga jual mulai dari Rp13.200/kg merek “NPK PIM” dengan formula 15:15:15 atau Triple 15 (nonsubsidi).

“Sementara untuk produk subsidi dengan formula 15:10:12. Insya Allah akan diedarkan sesuai alokasi di akhir tahun 2023, dan akan langsung dapat dijumpai serta memberikan kontribusi bagi kebutuhan petani. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak dan seluruh elemen masyarakat Wceh khususnya,” ujar Syahrul Kamal.

Menurutnya, pabrik NPK chemical ini juga mampu memproduksi beberapa jenis formulasi produk sesuai kebutuhan yang diminati pasar, dan diharapkan dapat dikomersilkan untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor.

“Semoga apa yang kita ikhtiarkan selalu diberikan kemudahan dan diberkahi Allah SWT,” tutur Syahrul Kamal yang membawahi MB Pemasaran PIM, didampingi Kepala Project NPK Chemical PIM, Zulfakri.[](rilis)

Baca juga: