LHOKSUKON – Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf melihat realisasi fisik pembangunan Bendungan Keureutoe di Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Senin, 29 Juli 2019.
Kunjungan Wabup Fauzi Yusuf alias Sidom Peng disambut jajaran manajemen PT Brantas Abipraya, perusahaan pelaksana proyek itu. Sidom Peng ingin mengecek perkembangan terkini progres pembangunan Bendungan Keureutoe bersumber dari APBN sejak tahun 2015. “Alhamdulillah, pembangunannya terus berjalan sesuai dengan harapan kita semua, mudah-mudahan bisa secepatnya selesai, dan bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat Aceh Utara,” kata Sidom Peng.
Hasil pantauan di lapangan, lanjut Sidom Peng, saat ini pihak pelaksana sedang menyelesaikan pembangunan bendungan inti. Terlihat alat-alat berat dan para pekerja sebagian besar fokus pada pengerjaan bendungan inti. Selain itu, juga menyelesaikan bagian-bagian lainnya dari proyek bendungan raksasa tersebut.
Dari hasil koordinasi pihaknya dengan manajemen PT Brantas Abipraya, kata Sidom Peng, diperkirakan butuh waktu sekitar dua tahun lagi untuk menyelesaikan pembangunan Bendungan Keureutoe. Hal itu sesuai dengan kesepakatan waktu yang diberikan pihak Kementerian Pekerjaan Umum (Balai Wilayah Sungai) dengan pelaksana proyek.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Aceh Utara, Amir Hamzah, mengatakan meskipun pembangunan Bendungan Keureutoe belum selesai 100 persen, tetapi “Debit banjir mulai berkurang atau mengecil dibanding tahun-tahun sebelumnya, ini mungkin dampak positif yang sudah mulai dirasakan masyarakat”.
Dia berharap, jika nantinya pembangunan bendungan selesai 100 persen maka dampak positif bagi masyarakat akan lebih besar dan lebih luas. “Bukan hanya dalam meminimalisir debit banjir, juga manfaat bagi irigasi pertanian, pembangkit listrik, dan pengembangan wisata bahari di pedalaman Aceh Utara,” katanya.
Sebagaimana diketahui, peletakan batu pertama (ground breaking) proyek pembangunan waduk raksasa ini dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 9 Maret 2015. Bendungan itu termasuk satu dari 13 bendungan strategis di Indonesia yang diharapkan mampu mencegah banjir, serta menjadi sumber air bersih, irigasi, dan untuk pembangkit tenaga listrik.
Bendungan Keureuto dibangun dengan sistem multiyears (tahun jamak) dengan total anggaran senilai Rp1,735 triliun. Bendungan ini direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 215.94 M?3;, diharapkan dapat mengairi lahan seluas 9.420 Ha, mengurangi debit banjir sebesar 610 M?3;/detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,40M?3;/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 5,00 MW.
Turut mendampingi Wabup Sidom Peng dalam kunjungan itu, Kabid pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, M Jafar, dan Kabag Humas Andree Prayuda, S.STP., MAP.[] Rilis



