LHOKSEUMAWE – Calon Gubernur Aceh Tamizi A. Karim membantah berkampanye saat mengisi khotbah salat Jumat di Masjid Raya Pase, Panton Labu, Aceh Utara, 20 Januari 2017. Ia mengaku sudah diundang panitia masjid itu jauh hari lalu.
Saya sudah biasa ber-khutbah. Bahkan, sebelum menjadi calon, saya sering diminta menjadi khatib. Tidak ada isi kampanye dalam khutbah saya kemarin. Saya memaparkan tentang ketauhidan dan ketakwaan kepada Allah swt., ujar Tarmizi Karim kepada portalsatu.com, Sabtu, 22 Januari 2017.
Pria yang akrab disapa Pak Tar tersebut menjelaskan, ia sudah lama diminta panitia masjid untuk menjadi khatib di masjid terbesar di Kecamatan Tanah Jambo Aye itu. Karena selama ini banyak kegiatan, kata dia, undangan itu baru bisa dipenuhi, Jumat kemarin.
Bahkan, saat saya dalam perjalanan ke Pantonlabu, pihak panitia kembali memastikan untuk menjadi khatib. Tiba-tiba, saya terkejut ketika sudah masuk waktu khutbah, sudah ada orang lain yang naik mimbar. Awalnya saya kira yang bersangkutan adalah panitia masjid yang akan memberikan pengumuman, ternyata bukan, ujar mantan Bupati Aceh Utara ini.
Menurut Tarmizi, saat itu ada dua orang meminta teungku yang naik mimbar untuk turun. Tak lama kemudian ada polisi. Setelah itu dirinya diminta untuk naik mimbar guna memberikan khotbah Jumat.
Saya rasa, masyarakat semua tahu, apa yang saya sampaikan dalam khutbah kemarin tidak ada unsur politik. Mereka cukup menjadi saksi bahwa apa yang dituduhkan pihak-pihak tertentu itu tidak benar, ujar Tarmizi Karim.[]
Laporan Munir

