Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaIni Kata Wali...

Ini Kata Wali Kota Amin Saat Tinjau RSUD Meuraxa

BANDA ACEH – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Zainal Arifin meninjau RSUD Meuraxa, Selasa, 11 Juli 2017.

Mereka meninjau seluruh ruangan dan fasilitas sembari berbincang dengan sejumlah pasien. Ruang IGD, loket pendaftaran, depo farmasi rawat jalan, ruang rawat inap, instalasi londri, hingga instalasi pemulasaran jenazah didatangi satu per satu oleh Amin-Zainal. Keberadaan mobil ambulans di rumah sakit milik Pemko Banda Aceh ini juga tak luput dari perhatiannya.

Terkait sejumlah permasalahan yang saat ini dialami RSUD Meuraxa, pria yang pernah berkiprah di dunia perbankan selama 27 tahun ini menyebutkan, hal pertama yang ingin pihaknya pastikan soal pemenuhan segala keperluan operasional, baik obat-obatan maupun lainnya.

“Kami juga telah mengecek kelengkapan peralatan kesehatan dan pendukungnya yang tersedia di sini baik yang ada di ruang ICU, ruang operasi hingga mobil ambulans. Ternyata memang masih banyak hal yang harus dilengkapi, dan hal ini sangat kita sayangkan mengingat pasien datang berobat bukan hanya dari Banda Aceh, tetapi juga dari kabupaten/kota lainnya di Aceh,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Aceh maupun Pemerintah Pusat turut berkontribusi bagi kemajuan RSUD Meuraxa. “Untuk ambulans saja kita masih kekurangan, dari jumlah minimal lima unit, tetapi hanya tiga yang bisa digunakan oleh pihak rumah sakit. Sedangakan beberapa unit lainnya tidak bisa digunakan lagi karena sudah rusak berat. Tentu hal ini akan memengaruhi pelayanan kepada masyarakat,” ujar Amin.

“Hari ini juga setelah peninjauan, kami bersama dengan direktur rumah sakit akan duduk bersama untuk mencari solusi terbaik atas segala permasalahan terutama mengenai kemampuan keuangan yang mengakibatkan rumah sakit kewalahan dalam hal penyediaan obat-obatan,” kata dia didampingi Plt. Direktur RSUD, dr. Emiralda, M.Kes.

“Geutanyo Mandum Tameusyedara”

Sementara itu, saat bertandang ke Dinas Pariwisata Banda Aceh, Amin-Zainal mengadakan pertemuan dengan kepala dinas M. Rizha dan para Kabid untuk membahas beberapa program di sektor pariwisata. Turut hadir Kabag Administrasi Perekonomian Setda Banda Aceh M. Ridha.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh meminta Dinas Pariwisata untuk mensosialisasikan motto (tagline) baru yang akan diusung yakni “Geutanyo Mandum Tameusyedara” yang menggambarkan keramahan warga kota.

Amin meminta Dinas Pariwisata menambah target kunjungan wisatawan ke Banda Aceh. Tahun lalu, kunjungan wisatawan tercatat berdasarkan hunian hotel berjumlah 250 ribu orang. “Promosi Banda Aceh harus kita gencarkan terutama lewat media sosial, salah satunya dengan menggelar lomba foto secara berkala,” ujarnya.

“Di kawasan Ulee Lheue ini dapat kita adakan jalan santai maupun pentas seni dan budaya setiap minggunya dengan melibatkan pihak swasta, perbankan, dan BUMN. Begitu pula dengan zikir di Masjid Raya Baiturrahman yang harus kita galakkan kembali. Jadi, harus ada daya tarik bagi wisatawan untuk ke kota kita. Hasil akhirnya adalah menggerakkan perekonomian rakyat,” kata Amin.

Ia juga menyampaikan keluhan warga terkait fasilitas umum di Pelabuhan Ulee Lheue. “Tadi banyak warga yang mengeluh soal toilet yang jorok. Dinas terkait harus segera turun tangan. Begitu pula kebersihan area rekreasi di kawasan Ulee Lheua. Jika perlu nanti akan kita jadwalkan untuk membersihkan kawasan Ulee Lheue secara bersama-sama,” pungkasnya.[](rel)

Baca juga: