LHOKSEUMAWE- Debat kandidat calon wali kota dan wakil wali kota Lhokseumawe periode 2017- 2022 di Hotel Lido Graha berlangsung meriah, Jumat ,13 Januari 2017. Dalam acara itu, Akmal, Dekan Fisip Unimal, selaku moderator membuka beberapa sesi acara, salah satunya menjawab pertanyaan yang dibuat oleh para panelis.
Pertanyaan itu yakni apa langkah konkret empat pasangan dalam melayani publik dari bidang pendidikan, kesehatan dan syariat Islam di Kota Lhokseumawe ke depan?
Pasangan nomor urut satu, Helmi Musa Kuta Hj. Maisyuri, menjelaskan langkah menuju Lhokseumawe lebih baik dengan memberdayakan badan zakat dan mal. Penduduk Lhokseumawe banyak yang miskin dan juga sebagian besar ada yang kaya. Nah, mereka yang kaya kita arahkan untuk membayar zakat di tempat yang telah tersedia dan untuk kesehatan dengan tidak mempersulit administrasi dalam berobat, kata Helmi.
Pasangan nomor urut dua, Zulkifli- Amni, menyebutkan dana yang diberikan pusat ke Aceh sangat besar namun banyak yang belum tepat sasaran, untuk itu ke depan pihaknya akan memaksimalkan dana yang besar itu untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk kesehatan kami akan memberikan pelayanan mobil ambulans gratis kepada masyarakat, kata Zulkifli.
Pasangan nomor urut tiga, Rachmatsyah- T. Noufal, mengatakan dalam menata tata kelola pemerintahan dan peningkatan infrastruktur harus dengan cara yang matang. Efisiensi waktu harus tepat sehingga apa yang dilakukan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Jika perlu para pejabat nanti kita minta disumpah agar mereka tidak korupsi, kata Rachmatsyah.
Pasangan nomor urut empat Suaidi Yahya- Yusuf Muhammad, memaparkan akan membentuk terobosan kota mengepung desa. Artinya ke depan, apapun yang menjadi skala prioritas masyarakat tidak perlu lagi untuk ke pusat kota melainkan nanti akan lahir pelayanan langsung oleh pemerintah di tiap-tiap desa di Kota Lhokseumawe.
Terkait isu syariat Islam, keempat pasangan calon sepakat ke depan bentuk penerapan syariat di Kota Lhokseumawe akan dibenahi dengan duduk bersama ulama, MPU dan cendikiawan muslim lainnya.[]



