LHOKSEUMAWE – Pihak Universitas Malikussaleh (Unimal) memindahkan layanan akademik dan kemahasiswaan ke Ruang Bagian Umum di depan Gedung Biro Rektor mulai besok, Sabtu, 19 Agustus 2017. Langkah itu diambil setelah Gedung Biro Rektor (Pusat Administrasi) Unimal di Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, hangus dilahap api, Jumat, 18 Agustus 2017, pagi.

“Kondisi gedung darurat untuk layanan akademik dan kemahasiswaan dipusatkan ke Ruang Bagian Umum. Di sana memang sempit, tapi untuk darurat itu kita fungsikan dulu,” ujar Kepala Humas Unimal Masriadi dalam keterangan tertulis diterima portalsatu.com, Jumat sore. 

Masriadi menyebutkan, sebagian dokumen seperti ijazah dapat diselamatkan. “Jika pun ada satu atau dua usulan ijazah yang basah akibat proses api dipadamkan, masih tersedia blanko ijazah 3.500 lembar. Blanko itu tidak terbakar karena tersimpan di brankas,” katanya.

Menurut dia, hangusnya Gedung Pusat Administrasi Unimal membuat acara pengenalan akademik mahasiswa baru (pamaba) sedikit terkendala. “Tahun ini mahasiswa baru kita itu 3.333 orang. Misalnya direncanakan pamaba beberapa hari, karena ini sedang musibah, kemungkinan disesuaikan jumlah harinya tergantung kesiapan panitia,” ujar Masriadi.

Sistem online terganggu

Masriadi mengatakan, dampak lainnya yaitu rusaknya sistem digital atau server internet kampus tersebut. Pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) yang seharusnya dilakukan secara online mulai 25 Agustus 2017 terpaksa dilakukan secara manual. “Jadi pengisian KRS jadwalnya tidak berubah, tetap 25 Agustus 2017. Namun dilakukan secara manual di fakultas masing-masing mahasiswa,” katanya.

Ia menyebutkan, pemulihan sistem online dilakukan secara bertahap. “Tim memperbaiki jaringan online dan server internet ini di bawah pusat komputer Unimal. Terus dilakukan perbaikan secara bertahap. Soal data digital, semoga masih aman, karena di-backup per satu bulan sekali,” ujar Masriadi.

Masriadi menjelaskan, perkuliahan resmi dimulai pada 4 September 2017. “Kami pastikan perkuliahan tepat waktu dan tidak ada molor,” katanya.

Pihak Unimal berharap doa dan dukungan semua pihak untuk pemulihan Gedung Pusat Administrasi itu. “Kami juga sudah laporkan ke menteri terkait musibah ini, semoga ada bantuan dari kementerian untuk pembangunan Gedung Pusat Administrasi,” ujar Masriadi.

Diperkirakan, kata Masriadi, kerugian dalam kasus itu mencapai puluhan miliar. “Sekarang api sudah bisa dipadamkan, dan sedang dilakukan pembersihan secara perlahan,” katanya.

Menurut Masriadi, Gedung Biro Rektor Unimal dilahap api sejak pukul 07.30 WIB dan berhasil dipadamkan pukul 10.30 WIB. Delapan mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Perta Arun Gas, Pemerintah Aceh Utara dan Pemerintah Lhokseumawe. “Kami juga apresiasi semua pihak yang membantu pemadaman, baik dari relawan RAPI dan seluruh masyarakat yang membantu memadamkan api,” ujarnya.

Hangusnya Gedung Biro Rektor Unimal diduga akibat dibakar oleh Safwandi, mantan tenaga kontrak di universitas itu yang telah menyerahkan diri ke polisi.[]